Selasa, 01 September 2026

Rangkuman Teks Eksposisi - Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII


A. Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang berisi pemaparan, penjelasan, atau informasi mengenai suatu topik berdasarkan fakta dan alasan yang logis. Teks ini bertujuan memberikan pengetahuan serta memperluas pemahaman pembaca terhadap suatu masalah atau peristiwa.

Informasi dalam teks eksposisi disampaikan secara jelas, objektif, sistematis, dan berdasarkan fakta. Penulis tidak sekadar menyampaikan pendapat pribadi, tetapi berusaha menjelaskan suatu persoalan dengan argumentasi dan data yang mendukung.


B. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

  1. Menjelaskan atau memaparkan suatu informasi.
  2. Membahas suatu topik atau persoalan tertentu.
  3. Bersifat objektif dan informatif.
  4. Informasi yang disampaikan berdasarkan fakta.
  5. Menggunakan bahasa yang jelas, baku, dan mudah dipahami.
  6. Disusun secara sistematis dan logis.
  7. Memuat pendapat atau argumentasi yang didukung fakta.
  8. Bertujuan menambah pengetahuan pembaca.
  9. Tidak berusaha memaksakan pembaca untuk mengikuti pendapat penulis.

C. Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan utama teks eksposisi adalah memberikan penjelasan dan informasi kepada pembaca mengenai suatu topik.

Secara lebih rinci, tujuan teks eksposisi adalah:

  1. memberikan pengetahuan kepada pembaca;
  2. menjelaskan suatu permasalahan atau fenomena;
  3. menyampaikan pendapat yang didukung oleh fakta;
  4. membantu pembaca memahami suatu persoalan secara logis;
  5. memperluas wawasan pembaca.

D. Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Beberapa jenis teks eksposisi antara lain sebagai berikut.

1. Eksposisi Definisi

Eksposisi yang menjelaskan pengertian atau definisi suatu objek, istilah, atau konsep.

Contoh: Penjelasan mengenai pengertian pemanasan global.

2. Eksposisi Proses

Eksposisi yang menjelaskan tahapan atau proses terjadinya sesuatu.

Contoh: Proses terjadinya hujan atau kebakaran hutan.

3. Eksposisi Ilustrasi

Eksposisi yang menjelaskan suatu gagasan dengan memberikan contoh atau gambaran.

4. Eksposisi Laporan

Eksposisi yang berisi laporan atau penjelasan mengenai suatu peristiwa atau keadaan berdasarkan fakta.

5. Eksposisi Perbandingan

Eksposisi yang menjelaskan suatu hal dengan membandingkannya dengan hal lain.

6. Eksposisi Pertentangan

Eksposisi yang menjelaskan suatu persoalan dengan menunjukkan perbedaan atau pertentangan.

7. Eksposisi Analisis

Eksposisi yang menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian tertentu untuk memahami persoalan secara lebih mendalam.


E. Bagian-Bagian atau Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi umumnya memiliki tiga struktur utama.

1. Tesis

Tesis merupakan bagian awal yang berisi pernyataan umum atau pendapat penulis mengenai suatu topik. Pada bagian ini, pembaca diperkenalkan dengan masalah yang akan dibahas.

Contoh:
Kebakaran hutan merupakan salah satu bencana lingkungan yang dapat menimbulkan dampak besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. Rangkaian Argumentasi

Bagian ini berisi alasan, pendapat, fakta, data, dan bukti yang mendukung tesis. Argumentasi disusun secara logis agar pembaca dapat memahami pembahasan dengan baik.

3. Penegasan Ulang

Penegasan ulang merupakan bagian akhir yang berisi kesimpulan atau penegasan kembali terhadap pendapat penulis. Bagian ini memperkuat gagasan utama yang telah dijelaskan sebelumnya.


F. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri kebahasaan, yaitu:

1. Menggunakan Bahasa Baku

Bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

2. Menggunakan Istilah Teknis

Istilah teknis digunakan sesuai dengan topik yang dibahas.

Contoh: polusi, emisi, deforestasi, mitigasi, ekosistem.

3. Menggunakan Kata Hubung atau Konjungsi

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan ide dan kalimat.

Contoh:

  1. karena,
  2. sehingga,
  3. namun,
  4. selain itu,
  5. oleh karena itu,
  6. akibatnya.

4. Menggunakan Kata Rujukan

Kata rujukan digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya.

Contoh: ini, itu, tersebut.

5. Menggunakan Kata Kerja Mental

Kata kerja mental berkaitan dengan proses berpikir atau sikap.

Contoh: memahami, menyadari, memperkirakan, menganggap.

6. Menggunakan Kata Kerja Material

Kata kerja material menunjukkan tindakan atau perbuatan.

Contoh: membakar, menyebabkan, merusak, menghasilkan.

7. Menggunakan Kalimat Faktual

Informasi yang disampaikan harus dapat dibuktikan kebenarannya.

8. Menggunakan Kalimat Argumentatif

Kalimat argumentatif digunakan untuk menyampaikan pendapat yang disertai alasan.


G. Langkah-Langkah Menulis Teks Eksposisi

Berikut langkah-langkah dalam menulis teks eksposisi.

1. Menentukan Topik

Pilih topik yang menarik dan memiliki informasi yang cukup.

Contoh: kabut asap, kekeringan, atau kebakaran hutan.

2. Menentukan Tujuan Penulisan

Tentukan informasi atau penjelasan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

3. Mengumpulkan Informasi dan Fakta

Carilah data, fakta, contoh, dan informasi yang relevan dengan topik.

4. Menentukan Tesis

Susun pernyataan umum atau pendapat awal mengenai topik yang dibahas.

5. Menyusun Argumentasi

Kembangkan tesis dengan fakta, alasan, data, dan contoh yang mendukung.

6. Menyusun Penegasan Ulang

Buatlah kesimpulan yang menegaskan kembali pokok pembahasan.

7. Menyunting Teks

Periksa kembali penggunaan bahasa, ejaan, tanda baca, dan susunan kalimat.


H. Contoh Teks Eksposisi

1. Bencana Kabut Asap

Kabut Asap dan Dampaknya bagi Kehidupan

Kabut asap merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang sering terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan dari pembakaran dapat menyebar ke wilayah yang luas dan menyebabkan kualitas udara menurun.

Kabut asap dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Partikel-partikel yang terkandung dalam asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penyakit lainnya. Selain itu, kabut asap juga dapat mengganggu jarak pandang sehingga aktivitas transportasi menjadi terganggu.

Oleh karena itu, kebakaran hutan dan lahan perlu dicegah sejak dini. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan serta menghindari tindakan pembakaran yang dapat menimbulkan kabut asap.

Struktur:

  • Tesis: Kabut asap merupakan pencemaran udara akibat kebakaran.
  • Argumentasi: Kabut asap mengganggu kesehatan dan transportasi.
  • Penegasan ulang: Pencegahan kebakaran perlu dilakukan bersama-sama.

2. Bencana Kekeringan di Indonesia

Kekeringan sebagai Ancaman bagi Kehidupan

Kekeringan merupakan kondisi kekurangan air dalam jangka waktu tertentu. Bencana ini sering terjadi ketika curah hujan berkurang dalam waktu yang cukup lama. Indonesia sebagai negara yang memiliki musim hujan dan kemarau juga dapat mengalami kekeringan, terutama pada saat musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Kekeringan dapat menimbulkan berbagai masalah. Masyarakat dapat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, sektor pertanian juga dapat mengalami kerugian karena tanaman kekurangan air. Apabila berlangsung dalam waktu lama, kekeringan dapat menyebabkan gagal panen dan memengaruhi ketersediaan pangan.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk menghemat dan mengelola sumber daya air secara bijaksana. Penyediaan cadangan air serta pelestarian lingkungan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di Indonesia.

Struktur:

  • Tesis: Kekeringan merupakan kondisi kekurangan air yang dapat terjadi di Indonesia.
  • Argumentasi: Kekeringan menyebabkan kekurangan air dan mengganggu pertanian.
  • Penegasan ulang: Pengelolaan air dan pelestarian lingkungan diperlukan untuk mengurangi dampaknya.

3. Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan dan Kerusakan Lingkungan

Kebakaran hutan merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat menimbulkan kerugian besar. Kebakaran dapat terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Selain itu, asap dari kebakaran dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran yang terjadi dalam skala luas juga dapat meningkatkan jumlah gas yang berdampak terhadap lingkungan.

Pencegahan kebakaran hutan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu menghindari pembakaran lahan, sedangkan pemerintah perlu melakukan pengawasan dan penegakan aturan secara tegas. Dengan kerja sama semua pihak, risiko kebakaran hutan dapat dikurangi.

Struktur:

  1. Tesis: Kebakaran hutan merupakan masalah lingkungan yang serius.
  2. Argumentasi: Kebakaran merusak ekosistem, habitat, dan kualitas udara.
  3. Penegasan ulang: Pencegahan kebakaran membutuhkan kerja sama semua pihak.

I. Kesimpulan

Teks eksposisi adalah teks yang bertujuan memberikan informasi dan penjelasan mengenai suatu topik berdasarkan fakta dan alasan yang logis. Struktur teks eksposisi terdiri atas tesis, rangkaian argumentasi, dan penegasan ulang. Dalam penulisannya, teks eksposisi menggunakan bahasa baku, fakta, istilah teknis, serta konjungsi yang membuat gagasan tersusun secara runtut dan mudah dipahami.

Kemampuan memahami dan menulis teks eksposisi penting bagi peserta didik kelas XII karena dapat melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara logis, serta menggunakan fakta sebagai dasar dalam menyampaikan gagasan.


Minggu, 30 Agustus 2026

Cerpen: Hikmah Sang Ayah

 

Judul: Hikmah Sang Ayah

Di sebuah desa kecil yang asri, hiduplah seorang pemuda bernama Amir. Ia dikenal cerdas, namun keras kepala. Sejak ibunya meninggal, ia tinggal bersama ayahnya, Pak Karim, seorang pria tua yang bijaksana.

Amir sering kali membantah ayahnya. Ia merasa sudah cukup dewasa untuk mengatur hidupnya sendiri. Suatu hari, ia menolak membantu ayahnya di ladang. “Ayah terlalu banyak menuntut,” gerutunya. Pak Karim hanya menghela napas, “Nak, jangan durhaka kepada orang tua. Restu Allah ada pada ridha orang tua.”

Tak hanya kepada ayahnya, Amir juga kurang hormat kepada ibu tirinya, Mak Siti. Ia jarang berbicara sopan dan sering mengabaikan nasihatnya. “Hormat kepada ibu, baik kandung maupun tiri, adalah jalan keselamatan,” ujar Pak Karim suatu hari. Namun, Amir hanya mengangkat bahu.

Amir juga kerap lalai terhadap anaknya, Hana, yang masih kecil. Sibuk dengan pekerjaannya di kota, ia jarang pulang dan hampir tak pernah bermain dengan Hana. Sang istri, Salma, sering menegurnya. “Anak butuh kasih sayang, Amir. Jangan sampai ia tumbuh tanpa mengenal ayahnya.” Tapi Amir tetap acuh.

Suatu hari, musibah menimpa Amir. Ia ditipu rekan bisnisnya dan kehilangan semua uangnya. Ketika ia pulang ke desa, ia terkejut melihat ayahnya jatuh sakit, dan anaknya hampir tak mengenalinya. Ia juga mendengar kabar bahwa istrinya sangat kecewa dengan sikapnya yang selama ini kurang peduli.

Dalam keputusasaan, Amir duduk di samping ayahnya yang terbaring lemah. “Ayah, aku telah salah,” isaknya. Pak Karim tersenyum lemah. “Anakku, ingatlah gurindam lama. Jangan durhaka, hormati ibumu, sayangi anak dan istrimu, dan berlaku adil dengan sesama.”

Sejak hari itu, Amir berubah. Ia merawat ayahnya dengan penuh kasih sayang, menghormati ibu tirinya, dan memberikan perhatian lebih kepada anak serta istrinya. Ia pun memperbaiki hubungan dengan teman-temannya, menjadi orang yang lebih adil dan bijaksana.

Hidupnya berangsur membaik, bukan hanya karena ia bekerja lebih keras, tetapi karena hatinya kini lebih tulus. Ia akhirnya memahami bahwa kebahagiaan sejati terletak dalam hubungan baik dengan keluarga dan sesama.

“Dengan bapa jangan durhaka, supaya Allah tidak murka.”

CERPEN "DUKA MAMA" KARYA HENDRA BAHARI SINGKAWANG

 

Duka Mama

 Tangisan memekik keras saat tangan pak pendeta memberi aba-aba untuk membuka peti jenazah indah berwarna coklat tua berukirmalaikat dan bunga teratai indahdengan dua pintuyang dapat dibuka seharga Rp3 juta rupiah. Di dalamnya terdapat sesosok jenazah wanita tua yang cantik dengan make up dan pakaian yang indah seakan belum meninggal,  “ marilah kita melihat wajah nyonya Kinah untuk yang terakhir kali, sosok wanita yang berhati mulia,tegas,bijaksana dan tegar” sambil mengacungkan tangan nya kearah para pelayat dan memberi aba-aba  untuk  mengalihkan pandangan kearah  peti jenazah yang telah terbuka. Di dalam peti  tampak wajah wanita dengan pakaian indah berusia 70 an.

Wajah ibu tampak bahagia, kemerahan, dengan riasan alis yang hitam ,rambut hitam tersisir rapi seakan belum meninggal. Semua yang menyaksikan seolah-olah melihat wanita yang sedang tertidur pulas menikmati tidur panjangnya dalam sebuah peti jenazah yang indah.

Tetesan air mata membanjiri  wajah semua orang yang menghadiri pemakaman Ny.Kinah. mereka tidak tahan membendung lautan air mata yang siap mendobrak pelupuk mata mengiringi kepergian ibu. Kesedihan meliputi suasana sore itu di sebuah pemakaman umum yang telah dipenuhi warga. Terdengar teriakan “  ibu, jangan tinggalkan kami ....... ” memanggil nama wanita yang tidak akan pernah kembali untuk membagikan kebahagiaannya lagi di tengah-tengah orang tersebut.

Saat peti ditutup,suara tangisan semakin keras memecah suasana pemakaman.  Tampak wajah-wajah lelaki dan perempuan yang dipenuhi air mata dengan wajah kusut penuh kesedihan yang tidak mengenal tingkatan umur dan status sosial. Kesedihan semakin  menggunung, seakan  telah terjadi bencana besar yang menimpa desa itu.

Di tengah kesedihan itu, tampak seonggok gunung kecil berukuran 2 kali 1 yang di atas salah satu ujung sisinya berdiri sebuah tiang salib berwarna hitam yang bertuliskan inisial nama wanita. Onggokan tanah yang di atasnya bertaburan  bunga berwarna – warni dengan potongan daun pandan disertai wewangian dan karangan bunga dari para pelayat.

Di sekitar pemakaman ibu tercium semerbak  wewangian yang menusuk hidung seakan mengiringi kepergian ibu dan  mengakhiri penderitaan selama hidupnya. Di situ tak ada lagi suara tangisan dan doa yang dipanjatkan, sepi dan lenggang tak seorangpun yang tertinggal di situ selain lilin-lin putih yang terus menyala menanti datangnya angin yang akan segera meniup dan akhirnya padam. Awan  hitam semakin menumpuk membuat langit semakin gelap, namun anehnya hujan tidak turun. Apakah gerangan yang terjadi?

“ Tak ada sesuatu apapun yang sempurna dan akan tetap abadi di dunia ini, karna semuanya akan kembali kepangkuan-Nya, kita hanya bisa menunggu kapan kita dipanggil dan menunggu giliran kita. ” itulah ucapan ibu   kepada aku dan kakak ketika makan bersama di ruang dapur tua yang dipenuhi suasana kebahagiaan. Senyuman yang selalu dipancarkan ibu seolah menebarkan aroma-aroma  kebahagiaan  kepada semua yang melihatnya.

“ Ibu ingin kalian menjadi orang - orang yang berguna bagi keluarga, agama, bangsa dan negara.” Ucap ibu.

“ Ibu masih ingat perjuangan ayah dulu saat harus berjuang  dan menumpas para pemberontak terhadap negara kesatuan RI bersama anggota Militer tentara Siliwangi  yang memperjuangkan nasib bangsa masa awal perang kemerdekaan. Ayah tidak pernah  gentar, bahkan takut, apalagi mengeluh akan kematian yang sewaktu – waktu menimpa. Berjuanglah untuk negeri ini selagi kalian bisa, tumpas semua kejahatan, keserakahan dan kezaliman yang ada. Walau kalian harus menderita kehilangan kebahagiaan , kehilangan harta namun kalian tetap memiliki  harga diri dan maruah yang tinggi untuk negeri ini.”  Dengan terbata – bata ibu memberikan wejangan dan pengajaran yang bagiku amatlah berharga di saat makan malam bersama. Tampak sesekali ibu mengambil sesesuap nasi dari dalam piring seng lalu mengarahkan kedalam mulutnya untuk dikunyah, dan mengambil segelas air putih dari ketel alumunium berwarna putih.

Ibu memang gemar bercerita, apalagi di saat suasana makan bersama. Ia menceritakan kebahagiaan isi hatinya kepada aku dan kakak  yang selalu tidak mau jauh dengannya.  Kemana ibu pergi aku selalu risau, aku takut ibu tak kembali. Aku paling takut apabila rasa kebahagiaan ibu sirna berganti dengan kesedihan.  Kebahagiaan yang  ibu punya merupakan nafas hidup buatku. Kebahagiaan seorang ibu hanya dapat aku rasakan tidak akan pernah tergantikan dengan kasih dan kebahagiaan orang lain. Ibu memang memiliki suatu kharisma dan pesona tersendiri, laksana seorang Dewi pelindung yang selalu melindungi anak – anaknya dari kejahatan.

Pernah  saat itu ibu menderita sakit keras, aku dan kakak sangat panik sekali. Ibu tidak bisa bercakap – cakap dikarenakan meminum cairan minyak kayu putih yang  ada di atas meja makan. Hal ini terjadi karena ibu mengira itu minuman penyegar tenggorokan. Kejadian ini membuat shock berat kepada aku dan kakak. Ibu memang sering sakit – sakitan, kata dokter ibu menderita penyakit komplikasi, penyakit lambung kronis, maag, ginjal, rematik pada tulang, dan rabun mata. Hal ini membuat ibu sangat menderita, tak ada tawa dan rasa kebahagiaan. Pada saat kami makanpun ibu tak bisa tersenyum karena menahan betapa kerasnya sakit yang ia derita.

“ Ibu tak ada nafsu untuk makan, ibu hanya ingin minum dan minum. Tenggorokan ibu kering, Ibu sangat haus... ’’ ujar ibu sambil membungkuk dan memegangi perutnya sesekali memegangi tenggorokannya yang mungkin kering dan membutuhkan setetes air.

“ iya bu,tapi Ibu juga harus makan agar ibu bisa kuat.” Sahut ku dengan sabar dan mengharap.

Aku tahu ibu sangat menderita, dengan sakit yang ia derita. Sakit yang ibu derita itu merupakan akibat yang selama ini ibu lakukan. Ibu lupa istirahat, jarang makan, jarang menikmati hari yang indah bersama teman – temannya. Selama ini ibu hanya selalu  memusatkan perhatian pada pekerjaan. Aku memang bangga kepada ibu, selain ia berkharisma, ibu juga cekatan dalam melakukan segala hal, baik di rumah maupun di mana saja. Ibu seorang yang ulet, mau mencoba segala sesuatu yang dianggap baru. Setiap hari ibu bekerja di sawah, tak mengenal waktu. Dari bangun tidur pukul 04.00 pagi hingga pukul  10.00 malam ibu tak hentinya melakukan kegiatan, selain itu yang aku tahu ia tak pernah mengeluh. Kata nenek, ibu memang rajin sejak dari kecil. Tak heran hingga tuapun ibu tetap rajin dan ulet.

Panas terik dan hujan deras bukanlah hambatan buat ibu, ia tetap pergi untuk bekerja di sawah. Bagi ibu, membantu ayah untuk mencari sesuap nasi untuk makan sangatlah penting. Ibu selalu beranggapan bahwa seorang istri harus mau  bekerja  untuk membantu suaminya. Kalau tidak mau membantu artinya istri tersebut tidak setia dalam membina rumah tangga.

 Ibu memang seorang yang periang dan suka bergaul dengan tetangga, terkadang teman – temannya dari kampung durian datang ke rumah untuk ngobrol dengannya sambil membuat keranjang yang dalam bahasa dayaknya Jaeje. Keranjang ini terbuat dari bilah bambu kecil yang di potong sedemikian rupa hingga terbentuklah yang namanya Jaeje. Selain membuat jaeje , ibu juga membuat atap rumbia yang terbuat dari daun sagu  untuk di jual ke pengepul seorang taoke cina bernama Khim lin. Taoke ini juga membeli keranjang yang dibuat ibu. Dari hasil penjualan keranjang dan atap inilah , ibu dapat membeli bahan belanjaan untuk dimasak lalu dimakan bersama keluarga. Ibu memang rajin dan teramat rajin, tak ada keluhan dari bibirnya, yang ada hanya rasa bahagia yang selalu terpancar dari wajahnya.

Malam ini ibu terlihat sedikit aneh. Ibu agak sedikit panik. Mungkin sebabnya  hari ini ibu lembur dengan pekerjaannya, karena musim panen padi telah tiba.

 “ Pinggang ibu sangat sakit sekali, ibu ingin dipijit...” Keluh ibu sambil memegangi pinggang dan berpegangan pada daun pintu. “ tolong panggilkan Delia, dimana dia? ...”  ujar ibu kepada aku dan kakak.

’’ada bu, sebentar aku panggil Delia dulu bu... ” sahutku pada ibu.

 “ Del, ibu panggil kamu tuh, minta dipijit.” Ucapku pada Delia.

’’ iya...’’ jawab Delia.

” uwak, bagian mana yang sakit ....” tanya Delia.

” Pinggang bagian belakang, badan uwak sakit Del ... ” jawab ibu.

Ibu memang selalu dipijit ama Delia, terkadang kalo cucunya datang dari kampung sebelah, pastilah cucunya yang  mengurut ibu. Ibu memang menyayangi semua anaknya, cucunya, keponakannya, dan tentunya semua orang yang mengenalnya. Ibu memang memiliki sifat yang berbeda dengan orang kebanyakan. Ibu selalu bahagia jika ada persoalan. Ibu tidak mau membeberkan aib yang terjadi dalam rumah tangga, apalagi aib orang lain. Ibu memang seorang yang memiliki sifat misterius, mengapa demikian? Karena ibu merasa bahagia apabila mendapatkan suatu masalah. Masalah merupakan sebuah tantangan yang harus ia  jalani, hadapi dan perjuangkan dengan sebuah hasil yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Kebahagiaan keluarga sangat ibu kedepankan. Ibu tak mau bahtera rumah tangganya bersama ayah hancur karena suatu masalah yang tidak berguna. Kebahagiaan dan keutuhan keluarga harus dipertahankan dan diperjuangkan. Ibu mempunyai semboyan, makan tak makan yang penting bersama keluarga dan disertai rasa kebahagiaan.

 Matahari mulai tertutup gelap, malam pun datang di sertai udara dingin dan suara binatang malam mulai terdengar. Piring dan gelas-gelas kosong  bertebaran di tempat cucian, sedangkan di atas meja makan bertaburan remahan nasi yang terbuang. Panci dan pekakas dapur tergeletak begitu saja di dapur. Ruangan kotor penuh butiran debu dan pasir halus yang belum disapu. Tak ada  suara wanita terdengar di dapur, tak ada bunyi gemercik air di keran. Tak ada bau nasi goreng yang dimasak di pagi hari tatkala bunyi suara adzan subuh  membangunkan umatnya untuk segera sholat. Tak ada lagi acara makan bahagia  bersama ibu lagi. Semua telah sirna, semua telah pupus, semua telah pergi. Tumpukan padi penuh debu tak ada yang menyentuhnya, semua ditinggalkan begitu saja. Semua kebahagiaan  dan aktivitas bersama ibu telah hilang, senyuman  bahagia ibu telah pergi untuk selamanya. Yang tersisa hanya bunyi cicak-cicak yang merayap di atas meja makan , mengerumuni remahan sisa makanan para pelayat yang tadi siang datang ke rumah untuk melayat kepergian ibuku tersayang.

 

Pakunam, 24 Desember 2009.

Duka Mama by Hendrasius Bahari.

Rangkuman Teks Eksposisi - Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII

A. Pengertian Teks Eksposisi Teks eksposisi adalah teks yang berisi pemaparan, penjelasan, atau informasi mengenai suatu topik berdasarka...