Postingan

Hikayat Nek Cing Kong, Cerita Rakyat Dari Singkawang Selatan, Kalimantan Barat

  Hikayat Nek Cing Kong Alkisah, maka tersebutlah kisah di sebuah negeri bernama Pakunam, hiduplah seorang saudagar tua yang amat kaya lagi termasyhur, bernama Nek Cing Kong. Maka heranlah segala orang yang memandangnya, karena walaupun hartanya melimpah ruah, namun pakaiannya amatlah sederhana, bahkan menyerupai seorang pengemis adanya. Adapun sehari-hari, Nek Cing Kong berjalan dengan sebuah sepeda tua yang berderit bunyinya. Kepalanya senantiasa bertopi lusuh, kakinya tiada beralas, menapak tanah dengan tenang. Maka barang siapa melihat dia, tiadalah menyangka bahwa ia seorang saudagar besar yang memiliki kebun kelapa, durian, dan asam yang luas terbentang, serta peternakan ayam dan babi yang tiada terbilang banyaknya. Maka tersebut pula, di dalam rumahnya yang besar, Nek Cing Kong tiada memilih tempat tidur yang elok. Ia lebih gemar berbaring di kamar yang kumuh, beralaskan tikar buruk, berselimut kain yang usang, dan berbantal kucel. Maka isterinya, seorang perempuan y...

Hikayat Asu Rebutan Balung

  Hikayat Asu Rebutan Balung Alkisah, pada suatu masa di negeri yang permai, hiduplah dua orang sahabat bernama Eman dan Joni. Mereka dikenal sebagai pemuda yang rajin, namun hatinya kerap diuji oleh godaan dunia. Maka tersebutlah kisah yang menjadi pengajaran bagi sekalian manusia. Pada suatu hari, datanglah kabar bahwa di tengah hutan terdapat sebuah peti berisi harta peninggalan seorang saudagar kaya. Maka berangkatlah Eman dan Joni dengan penuh harap. Setelah berhari-hari berjalan, sampailah mereka ke tempat yang dimaksud, lalu didapatinya peti itu terletak di bawah pohon besar. Tatkala peti itu dibuka, tampaklah emas dan permata yang berkilauan. Maka berubah hati keduanya. Eman berkata, “Baiknya harta ini kita bagi sama rata.” Akan tetapi Joni, yang telah dikuasai nafsu, berkata, “Akulah yang lebih dahulu melihat tempat ini, maka lebih patut bagiku mengambil bagian lebih.” Maka berselisihlah mereka dengan kata-kata keras, hingga lupa akan persahabatan yang telah lama...

HENDRA BAHARI SINGKAWANG: Hikayat Mungkar Lala

HENDRA BAHARI SINGKAWANG: Hikayat Mungkar Lala :   Hikayat Mungkar Lala Sebermula, adalah sebuah kampung di tepi sungai nan bernama Maringa. Adapun kampung itu sangatlah makmur, tanahnya ...

Cap Go Meh

  Cap Go Meh   Perayaan Cap Go Meh merupakan salah satu tradisi budaya Tionghoa yang paling meriah di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Cap Go Meh dirayakan pada hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek dan menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Tionghoa. Di Singkawang, perayaan ini memiliki ciri khas yang sangat kuat karena kota ini dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Tionghoa terbesar di Indonesia. Perayaan Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya menjadi acara keagamaan, tetapi juga menjadi agenda wisata budaya berskala nasional dan internasional. Ribuan wisatawan datang setiap tahun untuk menyaksikan kemeriahan festival ini. Salah satu daya tarik utama adalah atraksi para tatung, yaitu orang-orang yang dipercaya memiliki kemampuan spiritual dan menjadi perantara roh leluhur atau dewa. Para tatung melakukan ritual tolak bala dengan atraksi yang menegangkan, seperti menusukkan benda tajam ke pipi atau berdiri di atas pedang, tanpa terlihat merasaka...