Biografi
Mustofa bin Jamil (1973–2023)
Perintis Panti Asuhan Al-Ma’arif dan Pejuang Pendidikan Umat
Mustofa bin Jamil adalah sosok pendiri dan penggerak sosial yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan pendidikan keagamaan dan kesejahteraan anak-anak di lingkungannya. Lahir pada 12 Desember 1973 di Penimbung, beliau tumbuh sebagai pribadi yang tekun, sederhana, dan memiliki semangat belajar yang tinggi, khususnya dalam bidang ilmu agama.
Sejak usia muda, Mustofa dikenal sebagai santri yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Ia menempuh pendidikan di Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Jawa Timur, dan menyelesaikan pendidikan tingkat Sanawiah hingga Aliyah. Bekal keilmuan serta pembinaan karakter yang ia peroleh di pesantren menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Pada tahun 2010, bersama dua sepupunya, Hj. Gusti Syamsuri Ma’arif dan Gusti Abdul Aziz, Mustofa merintis Panti Asuhan Al-Ma’arif. Latar belakang berdirinya lembaga ini berangkat dari keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Pangmilang. Saat itu, banyak anak yang belum memiliki tempat mengaji yang layak. Terdapat pula anak-anak mualaf serta anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak sanggup membayar guru mengaji. Melihat kenyataan tersebut, ia merasa terpanggil untuk menghadirkan wadah pembinaan yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal bagi anak yatim dan dhuafa, tetapi juga memberikan pendidikan agama yang terarah dan berkelanjutan.
Perjalanan merintis Panti Asuhan Al-Ma’arif tidaklah mudah. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, Mustofa bersama para sepupunya membangun lembaga tersebut dari nol. Berkat kerja keras, ketekunan, serta dukungan masyarakat sekitar, Panti Asuhan Al-Ma’arif akhirnya memperoleh legalitas berbadan hukum pada tahun 2014. Sejak saat itu, lembaga tersebut terus berkembang dan menjadi pusat pembinaan agama serta perlindungan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah tersebut.
Dalam kehidupan pribadi, Mustofa bin Jamil adalah seorang suami dan ayah yang penuh tanggung jawab. Ia menikah dengan Ibu Marta Uning, seorang mualaf yang setia mendampinginya dalam suka dan duka perjuangan. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putri, Olivia Fitriani dan Fajarina Syafitri. Keluarga kecil ini tinggal di Jalan Sagatani, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang. Bagi Mustofa, keluarga adalah sumber kekuatan dan motivasi dalam menjalankan berbagai aktivitas sosialnya.
Wafatnya Mustofa bin Jamil pada 27 Oktober 2023 menjadi kehilangan besar bagi keluarga dan masyarakat. Namun, semangat pengabdian, ketulusan niat, dan cita-cita mulianya tetap hidup melalui Panti Asuhan Al-Ma’arif yang terus berjalan hingga kini. Dedikasinya menjadi inspirasi nyata bahwa niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh mampu menghadirkan perubahan berarti bagi banyak orang.
Narasumber: Ibu Marta Uning (istri almarhum Mustofa bin Jamil)