Hikayat Asu Rebutan Balung

 

Hikayat Asu Rebutan Balung

Alkisah, pada suatu masa di negeri yang permai, hiduplah dua orang sahabat bernama Eman dan Joni. Mereka dikenal sebagai pemuda yang rajin, namun hatinya kerap diuji oleh godaan dunia. Maka tersebutlah kisah yang menjadi pengajaran bagi sekalian manusia.

Pada suatu hari, datanglah kabar bahwa di tengah hutan terdapat sebuah peti berisi harta peninggalan seorang saudagar kaya. Maka berangkatlah Eman dan Joni dengan penuh harap. Setelah berhari-hari berjalan, sampailah mereka ke tempat yang dimaksud, lalu didapatinya peti itu terletak di bawah pohon besar.

Tatkala peti itu dibuka, tampaklah emas dan permata yang berkilauan. Maka berubah hati keduanya. Eman berkata, “Baiknya harta ini kita bagi sama rata.” Akan tetapi Joni, yang telah dikuasai nafsu, berkata, “Akulah yang lebih dahulu melihat tempat ini, maka lebih patut bagiku mengambil bagian lebih.”

Maka berselisihlah mereka dengan kata-kata keras, hingga lupa akan persahabatan yang telah lama terjalin. Perkelahian pun hampir terjadi, bagaikan asu rebutan balung, tiada lagi ingat akan budi dan malu.

Tiba-tiba datanglah seorang tua yang arif. Maka katanya, “Wahai anak muda, harta ini tiada akan membawa berkah jika diperebutkan dengan cara demikian. Barang siapa tamak, niscaya kehilangan segalanya.”

Mendengar kata-kata itu, tersadarlah Eman dan Joni. Maka mereka pun menangis menyesali perbuatan. Lalu harta itu dibagi dengan adil, dan sebagian disedekahkan kepada fakir miskin.

Maka demikianlah kisah ini menjadi teladan, bahwa keserakahan hanya membawa kehinaan, sedangkan kebijaksanaan mendatangkan kemuliaan adanya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hikayat Mungkar Lala

Hikayat Menuju Tajok Rancang

Hikayat Beras Kuning