Senin, 05 Oktober 2026

Pesan dalam Hikayat Berdasarkan Penokohan dan Plot

Pesan dalam teks hikayat sering kali disiratkan melalui karakter dan perilaku tokoh. Pesan juga disajikan berdasarkan alur cerita. Teks hikayat dikenal dengan penokohan yang tidak serupa dengan cerita-cerita saat ini karena berlatar dunia kerajaan atau masyarakat di masa lampau. Berikut akan dijelaskan tentang karakterisasi, plot, dan nilai yang terdapat dalam teks hikayat.

1. Karakterisasi

Karakterisasi berkaitan dengan tokoh dan penokohan dalam sebuah cerita. Tokoh biasanya berwujud manusia, tetapi dalam beberapa karya sastra atau cerita, tokoh dapat berwujud hewan, benda, atau makhluk fantasi yang diberikan sifat dan perilaku layaknya manusia. Setiap tokoh memiliki peranan dan watak yang berbeda-beda. Selain itu, tokoh dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan peran, serta dimensi wataknya.

a. Tokoh Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, tokoh dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut.

 1) Tokoh utama: Tokoh utama berperan penting dalam suatu cerita. Tokoh utama dapat terdiri dari satu orang atau lebih. Banyaknya tokoh utama dalam suatu cerita dapat memunculkan tokoh sentral. Sebaliknya, tokoh sentral tidak akan muncul jika hanya terdapat satu tokoh utama.

2). Tokoh pembantu: Tokoh yang melengkapi dan mendukung tokoh utama. Tokoh pembantu dapat memengaruhi arah jalannya cerita. Perubahan karakter pada tokoh utama dipengaruhi oleh peran tokoh pembantu.

 3). Tokoh tambahan: Tokoh yang kontribusinya kurang menonjol atau berpengaruh terhadap perkembangan alur cerita. Tokoh tambahan berperan sebagai pelengkap dalam cerita yang biasanya hanya muncul sesekali saja. Tokoh tambahan dibutuhkan untuk membangun suasana cerita yang lebih nyata.

b. Tokoh Berdasarkan Perannya

Selain diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, tokoh juga dikelompokkan berdasarkan perannya masing-masing. Penokohan ini dibagi menjadi tiga jenis sebagai berikut:

 1) Tokoh protagonis: Tokoh yang memiliki tujuan agar tercapainya suatu cerita sesuai dengan tema atau amanat pengarang. Tokoh ini umumnya memiliki karakter yang baik sehingga disenangi pembaca.

 2) Tokoh antagonis: Tokoh yang menentang tokoh protagonis. Hal ini dilakukan agar tujuan dari tokoh protagonis tidak tercapai. Tokoh ini umumnya identik dengan sifatnya yang bertolak belakang dengan tokoh protagonis.

 3) Tokoh tritagonis: Tokoh yang menjadi pendukung atau penengah antara tokoh protagonis dan antagonis.

c. Tokoh Berdasarkan Dimensi Watak

Setiap tokoh memiliki karakter atau watak, seperti baik atau buruk. Watak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sifat batin manusia yang memengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku budi pekerti, serta tabiat. Watak atau karakter tokoh dapat dilihat melalui tiga dimensi sebagai berikut:

 1) Dimensi fisik: Ciri tokoh yang berkaitan dengan jenis kelamin, usia, bentuk tubuh, raut wajah, ras, dan bagian fisik lainnya.

 2) Dimensi sosial: Ciri tokoh dari hubungan sosial antartokoh, seperti pekerjaan, jabatan, kelas sosial, suku bangsa, agama, ideologi, dan unsur sosial lainnya.

 3) Dimensi psikis: Ciri tokoh dari aspek psikisnya, seperti kesukaan, kegemaran, emosional, ambisi, moral, dan sebagainya.

2. Plot

Plot merupakan rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan kausalitas (sebab-akibat) sehingga menjadi cerita yang utuh. Plot dalam teks hikayat terdiri dari lima tahap (secara umum digambarkan dalam bagan alir). Setiap tahapnya memiliki fungsi tertentu dalam membangun dinamika cerita. Perhatikan bagan alir berikut:

  a. Abstrak: Inti atau rangkaian cerita yang dikembangkan.

  b. Orientasi: Latar, tokoh, dan awal mula cerita.

  c. Komplikasi: Masalah mulai muncul.

  d. Evaluasi: Tahap penyelesaian konflik.

  e. Resolusi: Penyelesaian konflik dengan solusi atas permasalahan yang telah terjadi.

  f. Koda: Simpulan, pesan, atau amanat yang ingin disampaikan pengarang.

3. Nilai-Nilai dalam Hikayat

Hikayat tidak hanya bertujuan memberikan hiburan bagi pembaca, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai yang dapat direalisasikan di kehidupan pembaca. Beberapa nilai yang umum terdapat dalam hikayat adalah sebagai berikut:

 a. Nilai budaya: Adat istiadat yang ada di masyarakat.

 b. Nilai moral: Kebenaran, kejujuran, dan ajaran kebaikan lainnya.

 c. Nilai agama: Hubungan antarmanusia dan ketuhanan.

 d. Nilai pendidikan: Suatu ajaran yang bernilai luhur dan dapat dijadikan pedoman hidup.

 e. Nilai sosial: Norma yang ada di masyarakat.


Latihan Soal & Pembahasan

Soal 1 (Pilihan Ganda)

Raja Indra Buana adalah seorang pemimpin bijaksana yang dihormati oleh rakyatnya. Ia memiliki paras tampan, gagah, serta berumur 40 tahun. Berdasarkan kutipan tersebut, deskripsi fisik dan usia Raja Indra Buana tergolong dalam penokohan dimensi...

a. Dimensi Sosial

b. Dimensi Psikis

c. Dimensi Fisik

d. Dimensi Moral

e. Dimensi Koda

 Kunci Jawaban: C. Dimensi Fisik

 Pembahasan: Dimensi fisik berkaitan dengan ciri-ciri tubuh, raut wajah, jenis kelamin, dan usia tokoh.

Soal 2 (Esai Singkat)

Sebutkan dan jelaskan tahapan alur (plot) pada hikayat yang berisi inti/kesimpulan pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca!

 Kunci Jawaban:

Koda. Koda adalah tahap alur terakhir yang memuat simpulan, pesan, atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.

Tidak ada komentar:

Pesan dalam Hikayat Berdasarkan Penokohan dan Plot

Pesan dalam teks hikayat sering kali disiratkan melalui karakter dan perilaku tokoh. Pesan juga disajikan berdasarkan alur cerita. Teks hika...