Teks Anekdot: “Kenalan Siapa Lebih Hebat?”
Suatu sore yang cerah di sebuah kafe pinggir jalan, Masbayu dan Yoel duduk sambil menikmati secangkir kopi. Obrolan awal mereka ringan—tentang pekerjaan, lalu lintas, dan harga bensin yang makin naik. Namun seperti biasa, Yoel selalu punya cara untuk membuat percakapan berubah arah.
“Bayu,” katanya dengan nada bangga, “kamu tahu nggak, minggu lalu aku makan malam bareng influencer terkenal. Habis itu, aku juga ketemu anggota dewan waktu acara komunitas. Wah, kenalanku makin banyak!”
Masbayu hanya tersenyum. Ia sudah hafal gaya Yoel yang suka membanggakan koneksinya. “Wah, hebat, Yoel,” jawabnya tenang. “Tapi, kamu bener-bener kenal mereka atau cuma sempat foto bareng aja?”
Yoel terdiam sebentar, lalu tertawa canggung. “Ya, pokoknya mereka tahu aku ada, itu juga termasuk kenalan dong,” ujarnya membela diri. Ia lalu mulai menyebut nama-nama lain—mulai dari selebritas, pejabat, sampai pengusaha yang bahkan Masbayu tak pernah dengar namanya.
Sambil menatap ke luar jendela, Masbayu mengaduk kopinya perlahan. “Kalau begitu, aku juga punya banyak kenalan,” katanya tiba-tiba. “Aku kenal tukang parkir yang selalu bantu jagain motorku, ibu warung yang selalu ingat pesananku, dan anak kecil yang tiap pagi senyum waktu aku lewat.”
Yoel terdiam lagi, kali ini lebih lama. Masbayu menatapnya sambil tersenyum lebar. “Nah, itulah, Yoel! Masing-masing orang punya kenalan sendiri-sendiri. Kamu kenal yang terkenal, aku kenal yang tulus. Sama-sama berharga, kan?”
Yoel akhirnya tertawa kecil sambil mengangkat cangkirnya. “Oke, aku kalah, Bayu. Kenalanmu memang nggak terkenal, tapi kayaknya lebih penting buat hidupmu.”
Masbayu mengangguk. “Dan lebih sering nyapa, dibanding kenalanmu yang cuma muncul di foto.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar