Senin, 20 April 2026

Puisi "Sajak Matahari"

 

Sajak Matahari

Matahari bangkit tanpa ragu,
mendorong gelap keluar dari dada bumi—
tanpa pidato, tanpa janji,
hanya cahaya yang tak bisa berdusta.

Di jalan-jalan yang penuh wajah lelah,
ia mengetuk jendela kesadaran:
“Bangunlah—
hidup bukan untuk bersembunyi.”

Namun manusia sering memilih bayangan,
berteduh dalam ketakutan yang dibuatnya sendiri,
seolah terang adalah ancaman,
dan kebenaran terlalu menyilaukan.

Padahal matahari tak pernah memilih siapa yang disinari,
ia adil dalam diamnya,
menghangatkan yang berani berdiri,
dan membakar mereka yang menolak melihat.

Jika hari ini kau masih menunduk,
cobalah sekali menatap terang itu—
mungkin kau akan tahu,
bahwa hidup bukan soal selamat dari cahaya,
tetapi berani menjadi bagian darinya.

Tidak ada komentar:

Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang

  Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...