Senin, 20 April 2026

Puisi "Sepi Seperti Pisau"

 

Sepi Seperti Pisau

Sepi ini
tidak datang sebagai tamu,
ia tumbuh diam-diam
di antara kata yang tak jadi diucapkan.

Ia tajam—
menyayat tanpa suara,
membelah pikiran
yang terlalu lama dipendam.

Di sudut malam
aku duduk bersamanya,
menghitung luka
yang bahkan tak berdarah.

Orang-orang lewat
dengan wajah penuh ramai,
tapi aku tahu
tidak semua kebisingan mengusir sepi.

Dan pisau itu—
adalah pikiranku sendiri,
yang terlalu dalam
menyimpan apa yang tak pernah selesai.

Tidak ada komentar:

Cerpen: Bandit Tak Boleh Menang

Malam di Petamburan terasa lebih dingin dari biasanya. Di ruang perawatan RS PELNI, bunyi teratur dari mesin pemantau detak jantung menjadi ...