Senin, 20 April 2026

Puisi "Sajak untuk Ibu"

 

Sajak untuk Ibu

Ibu,
namamu tidak pernah benar-benar selesai
aku sebut dalam diam.

Di tanganmu
lelah berubah menjadi doa,
dan luka menjadi kekuatan
yang tak pernah kau pamerkan.

Kau ajarkan aku berjalan
di atas jalan yang kadang retak,
tanpa takut jatuh,
tanpa harus selalu mengeluh.

Aku tahu—
tidak semua air matamu terlihat,
tidak semua pengorbananmu terdengar,
namun semuanya tinggal
di dalam hidupku.

Ibu,
jika suatu hari aku tampak kuat,
itu hanya bayangan
dari keteguhanmu yang tak pernah runtuh.

Tidak ada komentar:

Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang

  Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...