Senin, 28 Oktober 2019

Puisi Untuk Sahabatku Abuy

Abuy

Sahabatku abuy,
Kau kini entah di mana,
Kau ku tunggu,
Kau ku cari,
Namun kau telah tiada.

Abuy sahabatku,
Kini kau telah pergi,
Pergi untuk selamanya,
Meninggalkan kenangan,
Kenangan seorang sahabat,
Yang pernah ada dalam sepermainan.

Abuy,
Dimanakah engkau kini,
Seribu suara aku sampaikan,
Untuk sahabat yang telah pergi,
Kerinduan selalu ada,
Membuat aku tak pernah fokus,
Terhadap masa depan yang ada,
Tanpa dirimu sahabatku.

Karya Hendrasius

Puisi Kelapon

Kelapon Pancit

Pon,
Pon,
Kelapon,
Kelapon,
Enak rasanya,
Kue tradisional,
Banyak penikmatnya,
Selalu menggoda,
Selalu merayu.

Pon,
Pon,
Kelapon,
Kau penggoda lidah,
Sehingga aku tergoda cintamu.

Karya Hendra Bahari

Menghitung honor gaji guru honorer

Perhatikanlah wahai kawan2 guru honorer.
Jika Anda mengajar Mata Pelajaran XXXX, pada 1 kelas, dengan jumlah jamnya dalam 1 Minggu  ada 4 Jam Pelajaran. Anda mengajar dihargai Rp 40.000,- perjamnya. Maka akan dijabarkan sbb. 4 × Rp 40.000,- =Rp 160.000,- dalam 1 Minggu. Dan jika dalam 1 bulan jumlah minggunya ada 4, maka Rp 160.000,- × 4= Rp 640.000,- penghasilan anda dalam 1 bulan yakni Rp640.000,-. Namun kenyataannya dalam 1 bulan anda hanya dibayar Rp160.000,- saja. Padahal itu hanya untuk 1 Minggu saja.
Kemana sisanya? Tanyakan Hak anda!
Hal ini membantu para bendahara supaya jujur dan tidak banyak berdosa, yang akhirnya masuk pintu Neraka.
Tanyakan hak anda, wahai kawan2 Honorer!

Kamis, 24 Oktober 2019

Hendrasius biografi short

Biografi Singkat 

  Hendrasius, lahir di Sijangkung, 24 Desember 1983. Putra bungsu dari sepuluh bersaudara memiliki hobbi membaca, menyanyi, dan berkebun. Bekerja sebagai  Petani Singkong. Motto: Kegagalan merupakan pengalaman terbaik untuk memperbaiki diri. 

Garis Keturunan





Nasehat agar jangan iri

Amsal 3:31-32 (TB)  
Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya, 
karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 

Rabu, 09 Oktober 2019

Puisi Kambing

Kambing

Kambing,
Kambing itu memakan hatiku,
Kambing itu meninggalkan
Di saat aku menderita.

Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang

  Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...