Rumah tua di Jalan Pahlawan Singkawang itu sudah lama kosong.
Malam pertama Chelsea menginap, ia dengar langkah kaki di lantai atas. _Duk... duk... duk..._ pelan, menyeret.
Padahal lantai atas itu gudang terkunci sejak kakek meninggal.
Hari kedua, langkahnya lebih keras. Seperti ada yang mencari sesuatu.
Hari ketiga, Chelsea memberanikan diri naik. Debunya tebal. Di tengah ruangan, ada tapak kaki kecil menuju jendela, dan sebuah kotak kayu.
Di dalamnya, foto dirinya waktu kecil bersama kakek, dan secarik tulisan: "Kalau rindu, naik ke atas ya."
Langkah itu ternyata bukan hantu. Itu jejak rindu kakek yang belum sempat ia balas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar