Hendra Bahari Singkawang (Hendrasius, S.Pd) adalah seniman dan guru asal Singkawang, Kalimantan Barat. Ia merupakan keturunan Loson Van Nampo, Tarukun binti Ratu, Raden Syarief Usupm bin Nyabukng, dan Marta Kasehan. Sejak 2004, ia aktif di bidang seni dan pendidikan, serta penyiaran radio (2014–2025). Sebagai putra Dayak Salako Garantukng Sakawokng yang berbahasa Badameo, ia berkomitmen melestarikan budaya, seni, bahasa, dan sastra Salako.
Rabu, 23 Juni 2021
Pakunam
Karamok
Jumat, 23 April 2021
Pantun Hari Kartini
Contoh.
Kartini menari
Pak Sapril cari kueni,
Kueni dicari sambil menari,
Bulan April hari Kartini,
Marilah bernyanyi sambil menari.
Kartini cantik pandai menari,
Menari-nari menghibur diri,
Kawan-kawan mari kemari,
Kita bersama menghibur diri.
Dalam perigi ada gelatik,
Saling mengejar hingga ke sini,
Buat apa berwajah cantik,
Kalau tidak berhati kartini.
Karya
Hendra Bahari
Rabu, 07 April 2021
Puisi "Maaf Merah" karya Hendra Bahari Singkawang
"Maaf Merah "
Wajahnya merah padam,
Menahan rasa malu,
Rasa cámak yang membuat pilu hati,
Namun ku kan memberimu,
Kata maaf meski kau terlalu,
Pada aku,
Gurumu yang kau hinakan.
Karya Hendra Bahari Singkawang
Selasa, 30 Maret 2021
Puisi "Menari di atas Awan" karya Hendrasius, S.Pd.
Pohon Pejuang
Hendrasius, lahir di Sijangkung, 24 Desember 1983. Putra bungsu dari sepuluh bersaudara memiliki hobbi membaca, menyanyi, dan berkebun. Bekerja sebagai Petani Singkong. Motto: Kegagalan merupakan pengalaman terbaik untuk memperbaiki diri.
Menari awan di atas Gunung
Menggenggam harapan secerah Surya
Menghangatkan Dia yang berlari
Di gerbang tanah Khatulistiwa
Awan menari di atas pohon
Berdendang riang Dia yang terlahir
Tangis pilu calon Pejuang
Demi mereka yang tak datang
Pohon melambai di Gunung Padagi
Menandai Dia yang bersenjata
Membela bangsa dan negara
Dari derita yang kian meraja
Menggigit jantung hingga kepala
Pada Dia yang mati muda
Demi membela yang tiada bernoda
Semua karna Doa-Doanya.
Senin, 29 Maret 2021
Puisi "Gigi dan Pisau" karya Hendrasius Bahari
Gigi dan Pisau
Gig negara terjatuh,
Di atas tajamnya mata pisau,
Negara itu teriris,
Terluka berderai.
Karya: Hendrasius Bahari.
Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang
Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...
-
Hikayat Mungkar Lala Sebermula, adalah sebuah kampung di tepi sungai nan bernama Maringa. Adapun kampung itu sangatlah makmur, tanahnya ...
-
Hikayat Menuju Tajok Rancang Sebermula, pada zaman purbakala tersebutlah sebuah negeri besar di pedalaman hutan Kalimantan, diperintah...
-
Hikayat Beras Kuning Alkisah di sebuah negeri di tepian hutan Kalimantan Barat, hiduplah seorang lelaki sederhana bernama Duog. Ia bu...