Belajar Bahasa Dayak Salako Garantukng Sakawokng.
1. Binau ngenteot anak manok ka uwot.
2. Asuk makotnik tahi ka jamot.
3. Dangan makot barabut ka umo Nek Kinoh.
4. Ampagi kitok ampusok kamae?
5. Nek Tarukun bahanyi ka umo.
6. Nek Mincai batandur ka umo Nek Dengok.
7. Sawoh Nek Raiyah kian rabok.
8. Jaunuk ka umo Nek Mongko dan ba muanganik.
9. Ame i-timok aik kowo, sak nyumanok nasik.
10. I-buok tahi ucik ka gagadok naun.
Hendra Bahari Singkawang (Hendrasius, S.Pd) adalah seniman dan guru asal Singkawang, Kalimantan Barat. Ia merupakan keturunan Loson Van Nampo, Tarukun binti Ratu, Raden Syarief Usupm bin Nyabukng, dan Marta Kasehan. Sejak 2004, ia aktif di bidang seni dan pendidikan, serta penyiaran radio (2014–2025). Sebagai putra Dayak Salako Garantukng Sakawokng yang berbahasa Badameo, ia berkomitmen melestarikan budaya, seni, bahasa, dan sastra Salako.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang
Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...
-
Hikayat Mungkar Lala Sebermula, adalah sebuah kampung di tepi sungai nan bernama Maringa. Adapun kampung itu sangatlah makmur, tanahnya ...
-
Hikayat Menuju Tajok Rancang Sebermula, pada zaman purbakala tersebutlah sebuah negeri besar di pedalaman hutan Kalimantan, diperintah...
-
Hikayat Beras Kuning Alkisah di sebuah negeri di tepian hutan Kalimantan Barat, hiduplah seorang lelaki sederhana bernama Duog. Ia bu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar