Jumat, 26 Maret 2021

Puisi "Tangisan Malam" karya Hendrasius Bahari

Tangisan Malam


Di tengah malam sunyi,

Aku menangis meraung-raung,

Menangisi Mereka,

Yang telah pergi bersama angin malam,

Yang membawa raunganku pada Ilahi.


Di tengah malam sunyi,

Aku menitikan air mata darah,

Menangisi mereka,

Yang telah hancur bersama angin Surga,

Yang membawa derasnya air mataku pada Sang Pencipta.


Karya : Hendrasius Bahari




Tidak ada komentar:

Cerpen: Bandit Tak Boleh Menang

Malam di Petamburan terasa lebih dingin dari biasanya. Di ruang perawatan RS PELNI, bunyi teratur dari mesin pemantau detak jantung menjadi ...