Alkisah pada zaman dahulu di negeri Ajam, hidup seorang saudagar kaya bernama Khojan Maimun. Beliau memiliki seorang istri yang sangat jelita bernama Bibi Zainab. Khojan Maimun juga memelihara dua ekor burung yang sangat cerdik, yaitu seekor burung tiung dan seekor burung bayan.
Hatta, pada suatu hari Khojan Maimun bermaksud hendak pergi berlayar untuk berniaga di seberang lautan. Sebelum berangkat, beliau berpesan kepada istrinya agar senantiasa menjaga kehormatan diri dan selalu bermusyawarah dengan kedua burung peliharaan mereka jika menghadapi suatu masalah.
Sepeninggal Khojan Maimun, datanglah seorang anak raja yang terpesona oleh kecantikan Bibi Zainab. Pangeran itu lantas membujuk Bibi Zainab untuk bertemu. Bibi Zainab yang terbuai oleh buatan manis pangeran tersebut berniat keluar rumah pada malam hari untuk menemuinya.
Sebelum melangkahkan kaki, Bibi Zainab terlebih dahulu meminta izin kepada burung tiung. Namun, burung tiung menasihatinya dengan keras agar tidak melakukan perbuatan murni yang melanggar hukum dan norma. Bibi Zainab yang marah mendengar nasihat jujur itu lantas menghempaskan burung tiung ke tanah hingga mati.
Melihat nasib buruk yang menimpa kawan sejawatnya, burung bayan yang bijaksana memutar otak agar tidak bernasib sama seraya tetap berhasil mencegah Bibi Zainab berbuat curang. Ketika Bibi Zainab datang meminta izin kepadanya, burung bayan berhak berpura-pura menyetujui niat Bibi Zainab.
Namun, saat Bibi Zainab hendak melangkah keluar rumah, burung bayan mulai menceritakan sebuah kisah yang sangat menarik. Rasa penasaran Bibi Zainab membuatnya tertahan untuk mendengarkan cerita tersebut hingga tak terasa fajar pun tiba. Rencananya untuk bertemu pangeran terpaksa ditunda.
Hal ini terus berulang selama semalam suntuk selama 24 malam. Setiap kali Bibi Zainab hendak pergi, burung bayan selalu menyajikan cerita baru yang syarat akan pesan moral dan hikmah. Burung bayan terus mendongeng hingga akhirnya Khojan Maimun pulang dari perjalanannya. Bibi Zainab pun terhindar dari perbuatan tercela dan keselamatan rumah tangga mereka tetap terjaga berkat kearifan sang burung bayan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar