Minggu, 06 September 2026

Perang Kenceng

 

Perang kenceng

Bertepatan dengan meletusnya Perang Dunia Pertama (Ke-1) sebuah organisasi dan gerakan Cina di Kalimantan Barat bernama " Sam-Tiam " (artinya tiga mata, tiga kode dan tiga cara), mengadakan pemberontakan terhadap Belanda.

Untuk daerah Sambas dipimpin oleh bekas keluargа “Republik Monterado" di Montrado (Kecamatan Samalantan - sekarang), sedangkan di daerah Mempawah dipimpin oleh bekas keluarga “Republik Lan-Fong Mandor". berontakan ini di bantu orang-orang Melayu dan Dayak, karena mereka diancam serta dipaksa oleh orang-orang Cina.

Untuk menghadapi gerakan pemberontakan ini, pihak Belanda berpusat dan bergerak dari Singkawang.

Pertama-tama Belanda merebut pertahanan terkuat Cina di Montrado (Kec. Samalantan) dan Mandor ( di Mempawah) Dari Mandor kemudian ke Sangking, Menjalin, Anjungan, Mandor. Controleur Belanda Lever Man lari dari Mempawah, gudang garam, rumah penjara dan Kantor Controleur Mempawah habis di bumi hanguskan pemberontak.

Tahun 1916 pemberontakan " SAM TIAM” berakhir. Oleh Pemerintahan Belanda di buatlah sebuah Tugu Peringatan di Mandor sebagai kenang-kenangan terhadap prajurit Belanda yang gugur selama dua kali pemberontakan (1. Tahun 1854 s/d 1856 dan 2. Tahun 1914 s/d 1916)

Bagi rakyat Kalimantan Barat umumnya, dan rakyat Sambas khususnya pemberontakan " Sam Tiam " tersebut dinamakan " Perang Kenceng ".

Sajak Sekolah Rakyat - Hendra Bahari Singkawang

 

Sajak Sekolah Rakyat

Di sinilah langkah-langkah kecil
menemukan jalan menuju masa depan,
di bawah atap yang mungkin sederhana,
kami menanam benih harapan.

Sekolah rakyat...
namamu mungkin tak selalu disebut,
namun di dalam ruang-ruangmu
tumbuh mimpi yang tak pernah surut.

Kami datang membawa cerita,
tentang rumah, tentang keluarga,
tentang kehidupan yang penuh warna,
dan cita-cita yang ingin kami wujudkan.

Di papan tulis kami belajar membaca,
di antara angka kami mengenal dunia,
dari suara guru yang penuh makna,
kami belajar menjadi manusia.

Sekolah rakyat bukan sekadar bangunan,
bukan hanya meja, kursi, dan halaman,
ia adalah tempat harapan dipertemukan,
tempat anak bangsa menemukan masa depan.

Di sini kami belajar berdiri,
ketika kehidupan mengajarkan arti,
kami belajar jatuh lalu kembali,
sebab pendidikan memberi keberanian dalam diri.

Wahai sekolah rakyat,
jadilah pelita di tengah gelap,
jadilah jembatan bagi setiap langkah,
agar tak ada mimpi yang harus berhenti
hanya karena keadaan yang sulit.

Kelak ketika kami dewasa,
ketika langkah membawa kami jauh,
nama sekolah ini tetap kami bawa,
sebagai kenangan yang tak pernah runtuh.

Sebab dari tempat sederhana ini,
kami belajar mengejar matahari,
membawa ilmu dalam setiap langkah,
dan harapan dalam setiap hati.

Sekolah rakyat...
engkau bukan sekadar tempat kami belajar,
engkau adalah rumah bagi impian,
tempat masa depan
perlahan-lahan dilahirkan.

Puisi "Sekolah Rakyat"

 

Sekolah Rakyat

Di sebuah tempat penuh harapan,
Kami datang membawa impian,
Dengan langkah kecil penuh keyakinan,
Menjemput ilmu untuk masa depan.

Sekolah rakyat, tempat kami tumbuh,
Mengajarkan kami untuk terus tangguh,
Walau sederhana tempat berteduh,
Semangat belajar tak pernah runtuh.

Di antara papan tulis dan buku,
Kami menemukan jalan yang baru,
Guru membimbing dengan hati yang tulus,
Menyalakan mimpi agar terus membara.

Tak ada yang lebih tinggi,
Tak ada yang lebih rendah,
Kami belajar saling menghargai,
Bersama melangkah menuju cita-cita.

Sekolah rakyat, engkau cahaya,
Bagi anak bangsa yang ingin berjaya,
Dari ruang sederhana lahir harapan,
Dari ilmu tumbuh masa depan.

Suatu hari nanti kami kan pergi,
Membawa ilmu dalam sanubari,
Namun jasamu tetap di hati,
Sekolah rakyat, tempat mimpi dimulai.

Puisi: Sekolahku yang Damai

 

Sekolahku yang Damai

Di pagi yang cerah mentari menyapa,
Langkah kami menuju gerbang sekolah,
Dengan senyum dan hati penuh bahagia,
Menjemput ilmu, meraih cita-cita indah.

Di sini kami belajar bersama,
Tanpa membeda suku dan agama,
Saling menghargai, saling menjaga,
Menumbuhkan persahabatan dalam sukacita.

Guru mengajar dengan penuh kasih,
Membimbing kami dengan hati yang tulus,
Menanamkan ilmu agar hidup lebih bersih,
Menuntun langkah menuju masa depan yang bagus.

Sekolahku adalah tempat yang damai,
Tempat kami tumbuh menjadi pribadi berarti,
Canda dan tawa terdengar ramai,
Namun tetap terjaga hormat di dalam hati.

Jika suatu hari kami melangkah pergi,
Meninggalkan halaman yang penuh kenangan,
Damai sekolah ini tetap di dalam diri,
Menjadi cahaya sepanjang perjalanan.

Sekolahku, engkau rumah kedua,
Tempat mimpi mulai dirajut bersama,
Semoga damai selalu menyertai kita,
Hari ini, esok, dan sepanjang masa.

Syair Adab dan Ilmu

 Syair Adab dan Ilmu


Wahai anak tuntutlah ilmu,

Janganlah bosan di hatimu,

Adab dijaga pada tingkahmu,

Selamat jalan masa depanmu.


Ilmu tinggi tanpa tata,

Laksana pohon tanpa buahnya,

Hormat selalu pada sesama,

Dunia menyambut dengan suka.


Pintar saja tidaklah cukup,

Jikalau etika kian redup,

Sopan santun sepanjang hidup,

Segala duka pasti menutup.


Patuhi petuah ayah bunda,

Tundukkan kepala hati muda,

Adab mulia laksana tahta,

Indah dipandang mata dunia.

Puisi: Saujana Jiwa Bangsaku Oleh: HBS

 Saujana Jiwa Bangsaku

Oleh: HBS


Pendidikan laksana panduan hidup, (/)

Menuntun langkah anak bangsa, (//)

Membuka jalan masa depan, (/)

Mengusir pekat kebodohan jiwa. (///)


Lembar buku bagai sayap camar, (/)

Terbang tinggi melintasi angkasa, (//)

Kobaran tekad kian meluap, (/)

Demi kejayaan Indonesia mulia. (///)


Sambut takdir penuh makna, (/)

Gapai mimpi seindah kencana. (///)

Puisi: Saujana Jiwa Nusantara

Saujana Jiwa Nusantara

Oleh: HBS


Pendidikan laksana kompas kehidupan,

Menuntun langkah anak Nusantara,

Membuka gerbang luas masa depan,

Mengusir pekat kebodohan jiwa.


Lembar buku bagai sayap camar,

Terbang tinggi melintasi samudera,

Kobaran semangat kian memancar,

Demi kejayaan Indonesia raya.


Ukirlah prestasi dengan pena,

Raih mimpi seindah kencana.

Pelita di Ujung Genggaman

Pelita di Ujung Genggaman

Karya: HBS


Di ruang kecil beratap rindu,

Langkah kecil datang menderu.

Membawa mimpi setinggi bintang,

Menjemput terang,

membuang bimbang.


Papan tulis tua saksi setia,

Aksara berbaris penuh makna.

Guru hadir membawa pelita,

Membasuh lelah, 

merajut cita.


Ilmu adalah jembatan masa,

Pengusir gelap, 

pemecah asa.


Tiada daya sekuat angan,

Bila belajar jadi pegangan.

Bangkitlah wahai anak pertiwi,

Genggam dunia di dalam diri.

Karena bangsa kan jaya gemilang,

Dari hati yang tulus benderang.

Selasa, 01 September 2026

Rangkuman Teks Eksposisi - Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas XII


A. Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang berisi pemaparan, penjelasan, atau informasi mengenai suatu topik berdasarkan fakta dan alasan yang logis. Teks ini bertujuan memberikan pengetahuan serta memperluas pemahaman pembaca terhadap suatu masalah atau peristiwa.

Informasi dalam teks eksposisi disampaikan secara jelas, objektif, sistematis, dan berdasarkan fakta. Penulis tidak sekadar menyampaikan pendapat pribadi, tetapi berusaha menjelaskan suatu persoalan dengan argumentasi dan data yang mendukung.


B. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

  1. Menjelaskan atau memaparkan suatu informasi.
  2. Membahas suatu topik atau persoalan tertentu.
  3. Bersifat objektif dan informatif.
  4. Informasi yang disampaikan berdasarkan fakta.
  5. Menggunakan bahasa yang jelas, baku, dan mudah dipahami.
  6. Disusun secara sistematis dan logis.
  7. Memuat pendapat atau argumentasi yang didukung fakta.
  8. Bertujuan menambah pengetahuan pembaca.
  9. Tidak berusaha memaksakan pembaca untuk mengikuti pendapat penulis.

C. Tujuan Teks Eksposisi

Tujuan utama teks eksposisi adalah memberikan penjelasan dan informasi kepada pembaca mengenai suatu topik.

Secara lebih rinci, tujuan teks eksposisi adalah:

  1. memberikan pengetahuan kepada pembaca;
  2. menjelaskan suatu permasalahan atau fenomena;
  3. menyampaikan pendapat yang didukung oleh fakta;
  4. membantu pembaca memahami suatu persoalan secara logis;
  5. memperluas wawasan pembaca.

D. Jenis-Jenis Teks Eksposisi

Beberapa jenis teks eksposisi antara lain sebagai berikut.

1. Eksposisi Definisi

Eksposisi yang menjelaskan pengertian atau definisi suatu objek, istilah, atau konsep.

Contoh: Penjelasan mengenai pengertian pemanasan global.

2. Eksposisi Proses

Eksposisi yang menjelaskan tahapan atau proses terjadinya sesuatu.

Contoh: Proses terjadinya hujan atau kebakaran hutan.

3. Eksposisi Ilustrasi

Eksposisi yang menjelaskan suatu gagasan dengan memberikan contoh atau gambaran.

4. Eksposisi Laporan

Eksposisi yang berisi laporan atau penjelasan mengenai suatu peristiwa atau keadaan berdasarkan fakta.

5. Eksposisi Perbandingan

Eksposisi yang menjelaskan suatu hal dengan membandingkannya dengan hal lain.

6. Eksposisi Pertentangan

Eksposisi yang menjelaskan suatu persoalan dengan menunjukkan perbedaan atau pertentangan.

7. Eksposisi Analisis

Eksposisi yang menguraikan suatu masalah menjadi bagian-bagian tertentu untuk memahami persoalan secara lebih mendalam.


E. Bagian-Bagian atau Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi umumnya memiliki tiga struktur utama.

1. Tesis

Tesis merupakan bagian awal yang berisi pernyataan umum atau pendapat penulis mengenai suatu topik. Pada bagian ini, pembaca diperkenalkan dengan masalah yang akan dibahas.

Contoh:
Kebakaran hutan merupakan salah satu bencana lingkungan yang dapat menimbulkan dampak besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. Rangkaian Argumentasi

Bagian ini berisi alasan, pendapat, fakta, data, dan bukti yang mendukung tesis. Argumentasi disusun secara logis agar pembaca dapat memahami pembahasan dengan baik.

3. Penegasan Ulang

Penegasan ulang merupakan bagian akhir yang berisi kesimpulan atau penegasan kembali terhadap pendapat penulis. Bagian ini memperkuat gagasan utama yang telah dijelaskan sebelumnya.


F. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki beberapa ciri kebahasaan, yaitu:

1. Menggunakan Bahasa Baku

Bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

2. Menggunakan Istilah Teknis

Istilah teknis digunakan sesuai dengan topik yang dibahas.

Contoh: polusi, emisi, deforestasi, mitigasi, ekosistem.

3. Menggunakan Kata Hubung atau Konjungsi

Konjungsi digunakan untuk menghubungkan ide dan kalimat.

Contoh:

  1. karena,
  2. sehingga,
  3. namun,
  4. selain itu,
  5. oleh karena itu,
  6. akibatnya.

4. Menggunakan Kata Rujukan

Kata rujukan digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya.

Contoh: ini, itu, tersebut.

5. Menggunakan Kata Kerja Mental

Kata kerja mental berkaitan dengan proses berpikir atau sikap.

Contoh: memahami, menyadari, memperkirakan, menganggap.

6. Menggunakan Kata Kerja Material

Kata kerja material menunjukkan tindakan atau perbuatan.

Contoh: membakar, menyebabkan, merusak, menghasilkan.

7. Menggunakan Kalimat Faktual

Informasi yang disampaikan harus dapat dibuktikan kebenarannya.

8. Menggunakan Kalimat Argumentatif

Kalimat argumentatif digunakan untuk menyampaikan pendapat yang disertai alasan.


G. Langkah-Langkah Menulis Teks Eksposisi

Berikut langkah-langkah dalam menulis teks eksposisi.

1. Menentukan Topik

Pilih topik yang menarik dan memiliki informasi yang cukup.

Contoh: kabut asap, kekeringan, atau kebakaran hutan.

2. Menentukan Tujuan Penulisan

Tentukan informasi atau penjelasan yang ingin disampaikan kepada pembaca.

3. Mengumpulkan Informasi dan Fakta

Carilah data, fakta, contoh, dan informasi yang relevan dengan topik.

4. Menentukan Tesis

Susun pernyataan umum atau pendapat awal mengenai topik yang dibahas.

5. Menyusun Argumentasi

Kembangkan tesis dengan fakta, alasan, data, dan contoh yang mendukung.

6. Menyusun Penegasan Ulang

Buatlah kesimpulan yang menegaskan kembali pokok pembahasan.

7. Menyunting Teks

Periksa kembali penggunaan bahasa, ejaan, tanda baca, dan susunan kalimat.


H. Contoh Teks Eksposisi

1. Bencana Kabut Asap

Kabut Asap dan Dampaknya bagi Kehidupan

Kabut asap merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang sering terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan. Asap yang dihasilkan dari pembakaran dapat menyebar ke wilayah yang luas dan menyebabkan kualitas udara menurun.

Kabut asap dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Partikel-partikel yang terkandung dalam asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penyakit lainnya. Selain itu, kabut asap juga dapat mengganggu jarak pandang sehingga aktivitas transportasi menjadi terganggu.

Oleh karena itu, kebakaran hutan dan lahan perlu dicegah sejak dini. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan serta menghindari tindakan pembakaran yang dapat menimbulkan kabut asap.

Struktur:

  • Tesis: Kabut asap merupakan pencemaran udara akibat kebakaran.
  • Argumentasi: Kabut asap mengganggu kesehatan dan transportasi.
  • Penegasan ulang: Pencegahan kebakaran perlu dilakukan bersama-sama.

2. Bencana Kekeringan di Indonesia

Kekeringan sebagai Ancaman bagi Kehidupan

Kekeringan merupakan kondisi kekurangan air dalam jangka waktu tertentu. Bencana ini sering terjadi ketika curah hujan berkurang dalam waktu yang cukup lama. Indonesia sebagai negara yang memiliki musim hujan dan kemarau juga dapat mengalami kekeringan, terutama pada saat musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Kekeringan dapat menimbulkan berbagai masalah. Masyarakat dapat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, sektor pertanian juga dapat mengalami kerugian karena tanaman kekurangan air. Apabila berlangsung dalam waktu lama, kekeringan dapat menyebabkan gagal panen dan memengaruhi ketersediaan pangan.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk menghemat dan mengelola sumber daya air secara bijaksana. Penyediaan cadangan air serta pelestarian lingkungan dapat membantu mengurangi dampak kekeringan di Indonesia.

Struktur:

  • Tesis: Kekeringan merupakan kondisi kekurangan air yang dapat terjadi di Indonesia.
  • Argumentasi: Kekeringan menyebabkan kekurangan air dan mengganggu pertanian.
  • Penegasan ulang: Pengelolaan air dan pelestarian lingkungan diperlukan untuk mengurangi dampaknya.

3. Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan dan Kerusakan Lingkungan

Kebakaran hutan merupakan salah satu masalah lingkungan yang dapat menimbulkan kerugian besar. Kebakaran dapat terjadi karena faktor alam maupun aktivitas manusia. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kebakaran hutan menyebabkan kerusakan ekosistem dan hilangnya habitat berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Selain itu, asap dari kebakaran dapat mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat. Kebakaran yang terjadi dalam skala luas juga dapat meningkatkan jumlah gas yang berdampak terhadap lingkungan.

Pencegahan kebakaran hutan harus menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu menghindari pembakaran lahan, sedangkan pemerintah perlu melakukan pengawasan dan penegakan aturan secara tegas. Dengan kerja sama semua pihak, risiko kebakaran hutan dapat dikurangi.

Struktur:

  1. Tesis: Kebakaran hutan merupakan masalah lingkungan yang serius.
  2. Argumentasi: Kebakaran merusak ekosistem, habitat, dan kualitas udara.
  3. Penegasan ulang: Pencegahan kebakaran membutuhkan kerja sama semua pihak.

I. Kesimpulan

Teks eksposisi adalah teks yang bertujuan memberikan informasi dan penjelasan mengenai suatu topik berdasarkan fakta dan alasan yang logis. Struktur teks eksposisi terdiri atas tesis, rangkaian argumentasi, dan penegasan ulang. Dalam penulisannya, teks eksposisi menggunakan bahasa baku, fakta, istilah teknis, serta konjungsi yang membuat gagasan tersusun secara runtut dan mudah dipahami.

Kemampuan memahami dan menulis teks eksposisi penting bagi peserta didik kelas XII karena dapat melatih kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara logis, serta menggunakan fakta sebagai dasar dalam menyampaikan gagasan.


Cerpen "LANTAI ATAS"

Rumah tua di Jalan Pahlawan Singkawang itu sudah lama kosong. Malam pertama Chelsea menginap, ia dengar langkah kaki di lantai atas. _Duk......