Rabu, 21 Oktober 2026

Biografi Kamaruddin Simanjuntak, S.H.

Kamaruddin Simanjuntak, S.H., adalah seorang pengacara pejuang keadilan yang dikenal luas atas keberaniannya menangani berbagai kasus besar dan kontroversial di Indonesia. Lahir di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 21 Mei 1974, ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMAN 1 Siborongborong pada tahun 1992 sebelum memutuskan merantau ke Jakarta.

Perjuangan Hidup dan Pendidikan

Kehidupan awal Kamaruddin di ibu kota diwarnai dengan kerasnya perjuangan. Ia sempat merasakan hidup di bawah kolong jembatan dan bekerja serabutan, mulai dari petugas layanan pelanggan (customer service) restoran pada tahun 1993 hingga menjadi sales keliling. Di tengah keterbatasan tersebut, ia tetap gigih mengejar pendidikan tinggi hingga akhirnya lulus dari Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta pada tahun 2000 dan bergabung dengan Firma Hukum Viktoria.

Titik Balik dan Ketabahan Menghadapi Teror

Karier dan kehidupan pribadi Kamaruddin diuji dengan tragedi yang sangat memilukan pada tahun 2016. Saat tengah membela putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, dalam kasus melawan Fadlan Muhammad, ia mendapatkan kabar bahwa istri dan anaknya dibakar hidup-hidup di dalam mobil, hanya beberapa ratus meter dari kediaman mereka saat sedang berjalan pagi.

Tragedi tersebut tidak memecah nyalanya, melainkan menjadi titik balik yang menempahnya menjadi advokat tanpa rasa takut. Dari pengalaman pahit itu lahir kalimat legendaris yang selalu ia pegang teguh: "Bandit yang harus takut sama kita. Jangan kita yang takut sama bandit." Jauh sebelum itu, pada tahun 2011, ia juga pernah menjadi target pembunuhan dengan tawaran uang sebesar Rp 11 miliar karena membongkar kasus korupsi Wisma Atlet, namun ia tetap bergeming dan melanjutkan perjuangannya.

Rekam Jejak Kasus Besar

Sebagai pengacara yang berani, Kamaruddin telah menangani sejumlah kasus hukum berskala nasional yang menyita perhatian publik, di antaranya:

 * Membongkar kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang dan e-KTP.

 * Menjadi kuasa hukum dalam kasus penodaan agama yang melibatkan Muhammad Kece.

 * Mendampingi Rachmawati Soekarnoputri pada tahun 2016.

 * Terjun ke dunia politik dengan mendirikan Partai PDRIS pada 7 Juli 2020 dan menjabat sebagai Ketua Umum.

Puncak kepahlawanannya terjadi pada Juli hingga Agustus 2022 ketika ia ditunjuk oleh Samuel Hutabarat untuk menjadi kuasa hukum keluarga almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Di saat banyak pihak ragu dan mempercayai skenario awal kepolisian, Kamaruddin dengan lantang menyatakan bahwa insiden tersebut bukan tembak-menembak melainkan pembunuhan berencana. Ia secara konsisten membongkar kejanggalan luka, mendesak autopsi ulang, hingga akhirnya kebenaran terungkap dan para pelaku utama dijatuhi vonis hukum.

Akhir Perjalanan

Setelah mendedikasikan hidupnya untuk menegakkan keadilan dan membela kaum tertindas—meskipun di tahun-tahun terakhirnya ia harus berjuang melawan sakit serta menjalani cuci darah rutin—Kamaruddin Simanjuntak berpulang ke Sang Pencipta pada Senin dini hari, 19 Oktober 2026, pukul 02.47 WIB di RS PELNI Petamburan, Jakarta, dalam usia 52 tahun.

Ia meninggalkan warisan keteladanan tentang arti keberanian sejati seorang pembela hukum yang tidak pernah gentar menghadapi ancaman demi tegaknya kebenaran.

Tidak ada komentar:

Cerpen: Bandit Tak Boleh Menang

Malam di Petamburan terasa lebih dingin dari biasanya. Di ruang perawatan RS PELNI, bunyi teratur dari mesin pemantau detak jantung menjadi ...