Sinar Mematikan
Langit pagi memecahkan sinar mentari,
Cahayanya menusuk kulitku,
Hingga kulitku hangus terbakar.
Karya Hendrasius Bahari
Hendra Bahari Singkawang (Hendrasius, S.Pd) adalah seniman dan guru asal Singkawang, Kalimantan Barat. Ia merupakan keturunan Loson Van Nampo, Tarukun binti Ratu, Raden Syarief Usupm bin Nyabukng, dan Marta Kasehan. Sejak 2004, ia aktif di bidang seni dan pendidikan, serta penyiaran radio (2014–2025). Sebagai putra Dayak Salako Garantukng Sakawokng yang berbahasa Badameo, ia berkomitmen melestarikan budaya, seni, bahasa, dan sastra Salako.
Sinar Mematikan
Langit pagi memecahkan sinar mentari,
Cahayanya menusuk kulitku,
Hingga kulitku hangus terbakar.
Karya Hendrasius Bahari
Tangisan Malam
Di tengah malam sunyi,
Aku menangis meraung-raung,
Menangisi Mereka,
Yang telah pergi bersama angin malam,
Yang membawa raunganku pada Ilahi.
Di tengah malam sunyi,
Aku menitikan air mata darah,
Menangisi mereka,
Yang telah hancur bersama angin Surga,
Yang membawa derasnya air mataku pada Sang Pencipta.
Karya : Hendrasius Bahari
Gerimis dan Rembulan
Hujan Gerimis,
Menantang rembulan malam ntuk bersinar,
Bersama gemerisik di sela-sela dedaunan.
Gerimis dan Rembulan,
Akankah Dia akan membara?
Ataukah Diakan menangis bersama Gerimis di malam ini?
Merenungi Rembulan yang bersembunyi?
Karya: Hendrasius, S.Pd
Sudah dikirim
Berjuta Badai
Aku berada di tengah badai
Tersisih bersama beratus luka
Karna api yang membara
Cintamu yang mendua
Aku tertusuk seribu duri
Terbuang dari kulit anyir
Karna asmara yang membara
Dustamu yang tersisa
Aku terluka di antara puing-puing duri
Kecewa hati bersama sejuta derita
Karna kau yang tiada bermuka
Janjimu indah penuh bualan
Aku mati di antara semak berduri
Merana, tersiksa dengan berlaksa dosa
Karna kau yang durjana
Kau membuatku mati terhina
Puisi 16 baris untuk lomba tingkat nasional.
Biodata Penulis
Hendrasius, Putera bungsu dari Bapak Bahari Loson bin Nampo dan Ibu Kisah Usup binti Nyabukng. Lahir pada hari Sabtu, tanggal 24 Desember 1983, di Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Memiliki hobby membaca buku, dan berkebun. Pekerjaan sebagai petani singkong. Motto &Tetap jujur dan adil meski berada di antara gelombang besar.& Alamat rumah Jalan Sagatani Rt/Rw: 16/004 no.4 Kelurahan Sijangkung, Kec. Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
Puisi Lomba
Singkawang Tanoh Parenean Dirik
Terukir indah namamu,
Pada rongga mulut mereka yang suci,
N'tuk menggaungkan tonggak sejarah leluhur,
N'tuk sebongkah batu permata,
Di zamrud pusaka leluhur suci Singkawang.
Bantang Sakawokng dulu namanya,
Nama yang indah, nama yang suci,
Tempat berjuta makhluk memuja-muji JUBATO,
Sang Pencipta alam sejagat raya.
Bantang Sakawokng, Kota Singkawang,
Tanoh Parenean, tanah nan indah permai,
Tanah berjuta harapan dan aturan,
Sebagai penyambung nafas mereka yang telah pergi,
Untuk kampokng tompokng Parenean sapage waris,
Tanah pusaka leluhurku,
Dayak Salako Garantukng Sakawokng.
Biodata Penulis
Hendrasius, Putera bungsu dari Bapak Bahari Loson bin Nampo dan Ibu Kisah Usup binti Nyabukng. Lahir pada hari Sabtu, tanggal 24 Desember 1983, di Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Memiliki hobby membaca buku, dan berkebun. Pekerjaan sebagai petani singkong. Motto &Tetap jujur dan adil meski berada di antara gelombang besar.& Alamat rumah Jalan Sagatani Rt/Rw: 16/004 no.4 Kelurahan Sijangkung, Kec. S
ingkawang Selatan, Kota Singkawang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.
Tempurung kelapa
Bara api membakar malam,
Menghangatkan periuk nasi,
Berisi beras kemarin,
Lidah api menari,
Menjilat burit periuk hitam ternoda
Perlahan namun pasti,
Burit periuk kan keriput
terkoyak luka menga-nga
Bara api menyala,
Membakar burit periuk,
Tercium bau hangus dari periuk
Mengepul asap putih dari beras gosong,
Tempurung kelapa berteriak-teriak
Namun semua telah tiada
Pergi tanpa derita
Yang tersisa hanyalah bahagia
Tanda rasa cinta pada mereka yang telah membara
Lebur bersama api di malam gelap
Karya :Hendrasius (Hendra Bahari)
Gejolak Hati
Asabatku hampir putus
Kelam jiwaku menunggu
Untuk dia yang tercinta
Tanjul yang kau lempar
Atasi jiwaku yang kelu
Kelam tiada berdaya
Barisan semut menertawakan
Insan Tuhan yang lemah
Sebab ditinggalkan kekasihnya
Ampas asmara ternoda
Kelam jiwaku, suram hatiku
Hilang akalku, takkan pulang rasaku
Lara hatiku, merana otakku
Ngelu, jiwaku mengeram
Anganku hilang tertikam asmara
Muhalkan kembali dia padaku.
Biodata
Hendrasius, S.Pd., lahir di Kampung Pakunam, Sijangkung, pada tanggal 24 Desember 1983. Putra bungsu dari 10 bersaudara pasangan Tn. Bahari Loson bin Nampo, dan Ny. Kinah Usup binti Nyabukng memiliki hobbi membaca, menyanyi, dan berkebun. Motto: Kegagalan merupakan pengalaman terbaik untuk memperbaiki diri. Bekerja sebagai Petani Singkong dan Penyiar Radio Diaros Duta Swara Singkawang. Alamat rumah: Jalan Sagatani RT/RW 16/004 No.4A Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.
Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...