Minggu, 28 Maret 2021

Puisi Sinar Mematikan karya Hendrasius Bahari

Sinar Mematikan


Langit pagi memecahkan sinar mentari,

Cahayanya menusuk kulitku,

Hingga kulitku hangus terbakar.


Karya Hendrasius Bahari

Jumat, 26 Maret 2021

Puisi "Tangisan Malam" karya Hendrasius Bahari

Tangisan Malam


Di tengah malam sunyi,

Aku menangis meraung-raung,

Menangisi Mereka,

Yang telah pergi bersama angin malam,

Yang membawa raunganku pada Ilahi.


Di tengah malam sunyi,

Aku menitikan air mata darah,

Menangisi mereka,

Yang telah hancur bersama angin Surga,

Yang membawa derasnya air mataku pada Sang Pencipta.


Karya : Hendrasius Bahari




Puisi Gerimis dan Rembulan karya Hendrasius, S.Pd.

Gerimis dan Rembulan


Hujan Gerimis,

Menantang rembulan malam ntuk bersinar,

Bersama gemerisik di sela-sela dedaunan.


Gerimis dan Rembulan,

Akankah Dia akan membara?

Ataukah Diakan menangis bersama Gerimis di malam ini?

Merenungi Rembulan yang bersembunyi?


Karya: Hendrasius, S.Pd

Puisi "Berjuta Badai" Karya Hendra Bahari

 Sudah dikirim

Berjuta Badai

Aku berada di tengah badai

Tersisih bersama beratus luka

Karna api yang membara

Cintamu yang mendua


Aku tertusuk seribu duri

Terbuang dari kulit anyir

Karna asmara yang membara

Dustamu yang tersisa


Aku terluka di antara puing-puing duri

Kecewa hati bersama sejuta derita

Karna kau yang tiada bermuka


Janjimu indah penuh bualan

Aku mati di antara semak berduri

Merana, tersiksa dengan berlaksa dosa

Karna kau yang durjana

Kau membuatku mati terhina

Puisi 16 baris untuk lomba tingkat nasional.


Biodata Penulis

Hendrasius, Putera bungsu dari Bapak Bahari Loson bin Nampo dan Ibu Kisah Usup binti  Nyabukng. Lahir pada hari Sabtu, tanggal 24 Desember 1983, di Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Memiliki hobby membaca buku, dan berkebun. Pekerjaan sebagai petani singkong. Motto &Tetap jujur dan adil meski berada di antara gelombang besar.& Alamat rumah Jalan Sagatani Rt/Rw: 16/004 no.4 Kelurahan Sijangkung, Kec. Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Puisi "Singkawang Tanoh Parenean Dirik" karya Hendrasius (Hendra Bahari)

Puisi Lomba

Singkawang Tanoh Parenean Dirik


Terukir indah namamu,

Pada rongga mulut mereka yang suci,

N'tuk menggaungkan tonggak sejarah leluhur,

N'tuk sebongkah batu permata,

Di zamrud pusaka leluhur suci Singkawang.


Bantang Sakawokng dulu namanya,

Nama yang indah, nama yang suci,

Tempat berjuta makhluk memuja-muji JUBATO,

Sang Pencipta alam sejagat raya.


Bantang Sakawokng, Kota Singkawang,

Tanoh Parenean, tanah nan indah permai,

Tanah berjuta harapan dan aturan,

Sebagai penyambung nafas mereka yang telah pergi,

Untuk kampokng tompokng Parenean sapage waris,

Tanah pusaka leluhurku,

Dayak Salako Garantukng Sakawokng.


Biodata Penulis

Hendrasius, Putera bungsu dari Bapak Bahari Loson bin Nampo dan Ibu Kisah Usup binti  Nyabukng. Lahir pada hari Sabtu, tanggal 24 Desember 1983, di Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Memiliki hobby membaca buku, dan berkebun. Pekerjaan sebagai petani singkong. Motto &Tetap jujur dan adil meski berada di antara gelombang besar.& Alamat rumah Jalan Sagatani Rt/Rw: 16/004 no.4 Kelurahan Sijangkung, Kec. Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Propinsi Kalimantan Barat, Indonesia.

Puisi "Tempurung Kelapa" karya Hendrasius

 Tempurung kelapa

Bara api membakar malam,

Menghangatkan periuk nasi,

Berisi beras kemarin,

Lidah api menari,

Menjilat burit periuk hitam ternoda

Perlahan namun pasti,

Burit periuk kan keriput

terkoyak luka menga-nga

Bara api menyala,

Membakar burit periuk,

Tercium bau hangus dari periuk

Mengepul asap putih dari beras gosong,

Tempurung kelapa berteriak-teriak

Namun semua telah tiada

Pergi tanpa derita

Yang tersisa hanyalah bahagia

Tanda rasa cinta pada mereka yang telah membara

Lebur bersama api di malam gelap


Karya :Hendrasius (Hendra Bahari)

Puisi "Gejolak Hati" karya Hendrasius Bahari

 Gejolak Hati

Asabatku hampir putus

Kelam jiwaku menunggu

Untuk dia yang tercinta

Tanjul yang kau lempar

Atasi jiwaku yang kelu

Kelam tiada berdaya

Barisan semut menertawakan

Insan Tuhan yang lemah

Sebab ditinggalkan kekasihnya

Ampas asmara ternoda

Kelam jiwaku, suram hatiku

Hilang akalku, takkan pulang rasaku

Lara hatiku, merana otakku

Ngelu, jiwaku mengeram

Anganku hilang tertikam asmara

Muhalkan kembali dia padaku.

Biodata

Hendrasius, S.Pd., lahir di Kampung Pakunam, Sijangkung, pada tanggal 24 Desember 1983. Putra bungsu dari 10 bersaudara pasangan Tn. Bahari Loson bin Nampo, dan Ny. Kinah Usup binti Nyabukng memiliki hobbi membaca, menyanyi, dan berkebun.  Motto: Kegagalan merupakan pengalaman terbaik untuk memperbaiki diri. Bekerja sebagai Petani Singkong dan Penyiar Radio Diaros Duta Swara Singkawang. Alamat rumah: Jalan Sagatani RT/RW 16/004 No.4A Dusun Pakunam, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat.

Puisi "Alamku Singkawang" oleh Hendra Bahari Singkawang

  Alamku Singkawang Di Singkawang, langit berteriak seribu warna senja Gunung berdiri sebagai penjaga mimpi yang tak tidur Angin berbisik...