Jumat, 11 September 2026

Cerpen: Kerja sebahu - Muna Bela Jenatasia

Minggu pagi adalah waktu yang biasanya digunakan Raka untuk tidur lebih lama. Namun, pagi itu suasana di luar rumah terdengar berbeda. Suara sapu lidi, canda anak-anak, dan panggilan para warga membuat Raka terbangun.

“Raka, ayo bangun. Hari ini ada kerja bakti,” panggil Ibu dari dapur.

Raka sebenarnya masih ingin tidur. Namun, setelah mencuci muka dan sarapan, ia segera keluar rumah. Di depan gang, sudah banyak warga berkumpul. Pak RT membagi tugas kepada setiap orang. Ada yang membersihkan selokan, menyapu jalan, memotong rumput, dan mengumpulkan sampah.

Raka bersama teman-temannya mendapat tugas membersihkan taman kecil di ujung gang. Mereka membawa sapu, cangkul, dan kantong sampah. Awalnya Raka merasa pekerjaan itu melelahkan. Taman tersebut dipenuhi daun kering dan beberapa sampah plastik.

“Kalau kita kerjakan bersama-sama, pasti cepat selesai,” kata Dimas, teman Raka.

Raka mengangguk. Mereka mulai bekerja. Raka menyapu daun, Dimas mengumpulkan sampah, sedangkan teman-teman lainnya mencabut rumput liar. Sesekali mereka bercanda sehingga pekerjaan terasa lebih menyenangkan.

Tidak lama kemudian, mereka melihat sebuah selokan yang tersumbat oleh sampah. Air di dalamnya hampir tidak mengalir.

“Wah, kalau dibiarkan bisa menyebabkan banjir saat hujan,” kata Raka.

Mereka segera memanggil beberapa orang dewasa untuk membantu membersihkan selokan tersebut. Dengan menggunakan alat sederhana, warga bersama-sama mengangkat sampah yang menyumbat aliran air. Setelah beberapa saat, air kembali mengalir dengan lancar.

Menjelang siang, seluruh lingkungan terlihat jauh lebih bersih. Jalanan tidak lagi dipenuhi daun kering, selokan menjadi lancar, dan taman terlihat rapi. Warga kemudian beristirahat sambil menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan beberapa ibu.

Pak RT tersenyum melihat hasil kerja warga.

“Beginilah kalau kita bekerja bersama. Pekerjaan yang berat menjadi ringan,” katanya.

Raka merasa senang. Ia baru menyadari bahwa gotong royong bukan hanya tentang membersihkan lingkungan. Gotong royong juga membuat hubungan antarwarga menjadi lebih dekat. Orang-orang yang jarang berbicara pun dapat saling membantu dan bercanda.

Sebelum pulang, Raka melihat taman yang sudah bersih. Ia berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Sejak hari itu, Raka tidak lagi menganggap kerja bakti sebagai kegiatan yang membosankan. Baginya, gotong royong adalah kebiasaan sederhana yang dapat membuat lingkungan menjadi bersih, nyaman, dan penuh kebersamaan.

Pesan: Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan hubungan antarwarga menjadi semakin erat.

Tidak ada komentar:

Cerpen Tetangga yang Saling Membantu - Mana Juliani

Pagi itu, suasana di sekitar rumahku terasa lebih ramai dari biasanya. Matahari baru saja terbit, tetapi beberapa warga sudah mulai melakuka...