Jumat, 11 September 2026

Cerpen "Sepagi ini - Mutia Lee Meashi"

Pagi hari di SP 2 Pangmilang, khususnya di kawasan Blok B, selalu dimulai dengan harmoni yang khas. Suara kokok ayam jantan bersahutan. Di salah satu rumah batako , Mutia Lee Meashi sudah rapi dengan seragam sekolahnya.

Setelah itu dia melakukan sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh ibu.

Ibu memasak nasi goreng yang begitu lezat tidak lupa juga ada telur ceplok yang sudag ibu siapkan,tiba tiba pandangannya tertuju ke luar jendela. Melihat hidup rukunnya para tetangga yang saling tolong menolong yang membuat Mutia merasa aman dan bersyukur tinggal di sana.

Perjalanan menuju sekolah selalu menjadi momen yang menyenangkan bagi Mutia. Sepanjang jalan utama Blok B, ia kerap berpapasan dengan tetangga yang sedang menyapu halaman.

"mau kemana Mutia? Mau berangkat sekolah ya?" Ucap bibik nunung

"Iya bi saya mau berangkat ke sekolah, mari bi"

Mutia menatap jalanan yang mulai ramai oleh anak-anak sekolah lainnya. Ada yang berjalan kaki berkelompok sambil tertawa, ada pula yang mengayuh sepeda tua dengan peluh yang mulai menetes.

Lalu Mutia melakukan perjalanan ke sekolah sekitar 10 menit , melewati jalan yang berlubang dan berdebu akibat kemarau panjang . Entah kapan hujan akan datang jalanan yang begitu berdebu membuat mata sakit dan sesak nafas.

Setelah itu sampailah Mutia di sekolahnyaa , lalu ia menceritakan tentang perjalanan ia tadi yang melewati jalan yang berlubang dan berdebu itu temannya pun sangat merasa kasihan.

Bel pun berbunyi, guru datang untuk mengajar kelas XlB yaitu kelas Mutia , teman-teman dan Mutia pun mulai mengikuti pelajaran dengan baik hingga waktu istirahat tiba , mereka pun berjalan ke kantin bersama sama untuk membeli mie gelas dan es teh manis. 

Setelah selesai istirahat mereka pun kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran yang akan di mulai kembali, waktu pulang pun tiba semua kelas masing masing pulang ke rumah masing-masing , dan Mutia pun begitu sesampainya ia di rumah ,ia mengucapkan salam dan salim ke pada ibunya dan ia pun pergi untuk beristirahat.

Tidak ada komentar:

Cerpen Tetangga yang Saling Membantu - Mana Juliani

Pagi itu, suasana di sekitar rumahku terasa lebih ramai dari biasanya. Matahari baru saja terbit, tetapi beberapa warga sudah mulai melakuka...