Jumat, 11 September 2026

Cerpen: Aroma Pagi di kampung Habang - Agustina Sari

Dipagi Hari, matahari baru saja mengintip dari balik perbukitan di belakang Rumahku ketika asap tipis mulai mengepul dari dapur Rumah - Rumah di sekitar daerahku, walau Pun Udara Pagi yang dingin di sertai kabut asap Yang ada di daerahku atau Perdesaan Selalu berhasil ditenangkan Oleh aroma seduhan kopi dan rasa nasi hangat Yang baru saja dipanen itu khas dari daerah kami. walaupun Sekarang dunia lagi disuguhi kabut asap yang tebal itu tidak membuat warga untuk Patah semangat turun ke ladang, atau Sawah untuk beraktivitas Seperti biasa, dan Selama adanya kabut asap ini Sekolah Pun di liburkan dan menjadi Sekolah Daring atau Online yaitu Di Rumah melalui teknologi Hp Selama Sekolah ini menjadi Sekolah online kegiatan di Rumah yaitu membantu ibu menjemur Padi yang habis di Panen dan berkemas Rumah Juga mengerjakan tugas yang dikirim oleh guru wali / mapel. dan Selama ini kegiatan berlang-sung Seperti itu Setiap hari, terkadang ada kangennya dengan langit biru Yang cerah dan Pemandangan Sawah yang indah di belakang Rumahku.

Tidak ada komentar:

Cerpen: Bandit Tak Boleh Menang

Malam di Petamburan terasa lebih dingin dari biasanya. Di ruang perawatan RS PELNI, bunyi teratur dari mesin pemantau detak jantung menjadi ...