Selasa, 15 September 2026

AUTOBIOGRAFI RIO DINATA

Perkenalkan, nama saya Rio Dinata, biasanya dipanggil Rio. Saya lahir di Singkawang pada tanggal 31 Mei 2005. Saya merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Saat ini saya tinggal di Singkawang, dan usia saya 16 tahun. Ayah saya bekerja sebagai buruh tani, sedangkan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari mengurus rumah.

Riwayat pendidikan saya dimulai dari SD. Saya bersekolah di SDN 48 Singkawang. Kemudian saya melanjutkan ke SMPN 10 Singkawang yang letaknya tidak jauh dari rumah. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di kelas X jurusan MIPA di SMAN 8 Singkawang.

Sejak kecil, saya sangat menyukai olahraga. Saya menyenangi berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, atletik, dan catur. Namun, di antara semua cabang olahraga tersebut, yang paling saya tekuni adalah catur. Oleh karena itu, saya bercita-cita untuk menjadi pemain catur yang hebat dan dapat membanggakan kedua orang tua saya.

Ketika masih duduk di bangku SD dan SMP, saya sering mengikuti berbagai turnamen catur, baik di tingkat sekolah maupun se-Kota Singkawang. Saya pernah meraih juara 3 dalam pertandingan catur di sekolah dan pernah menjadi perwakilan sekolah dalam kompetisi catur se-Kota Singkawang. Itu adalah pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi resmi. Meskipun belum mendapatkan hasil yang maksimal, saya sangat senang dan bangga bisa membawa nama sekolah. Kegagalan tersebut tidak membuat saya putus asa, justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih agar menjadi lebih baik ke depannya.

Hingga saat ini, saya masih rutin berlatih catur untuk mengasah kemampuan. Selain sebagai hobi, catur juga saya jadikan sebagai pengisi waktu luang yang positif. Selain catur, saat ini saya juga memiliki hobi baru yaitu bermain game Free Fire, yang juga memberikan saya banyak pengalaman dan prestasi.

Demikian autobiografi singkat tentang diri saya. Saya berharap ke depan bisa terus mengembangkan hobi saya dan meraih prestasi yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Mite Rahasia Pohon Asam Janggi dan Penjaga Taino

Alkisah pada awal mula zaman, tatkala bumi Taino masih muda, Pohon Asam Janggi belum berdiri di tengah pusaran air laut lepas. Pada masa itu...