Kamis, 17 September 2026

Cerpen: Mengirim Surat Cerai - Elsa Arisanti

Sore ini, aku menutup pintu dan jendela karena hari makin gelap dan suara azan mulai bergema disekitar desa, dan aku memanggil istri untuk sholat wajib.

Selesai sholat aku berbelanja di pasar bayan budiman, Setelah berbelanja aku melihat Kakek-kakek berjualan burung, dan aku langsung menghampiri si kakek penjual burung itu. Aku membeli 1 burung untuk jaga² rumah, dan aku ke toko petshop untuk membeli makanan burung.

Setelah sampai rumah aku menaroh burung di atas Atap teras depan.

Pada suatu malam, Pamitlah istriku, untuk pengajian di rumah Khojan maimun, Tak lama, burung di depan teras bersuara sangat kuat, yang ternyata burung itu memberi tau bahwa istrinya dijemput lelaki. Akhirnya Aku mengetahui kebusukan istriku sendiri, dan Aku memilih diam dan pura-pura tidak lihat.

Aku menunggu istri di teras rumah bersama burung yang ku beli kepada kakek itu. Setelah malamnya hari istriku tidak berkunjung pulang dan Aku nekat mencari istriku Ternyata istriku tidak Ada di rumah pengajian, dan Aku mencari lagi di desa lain - tidak lama Aku melihat istriku bergoncengan dengan pria yang Aku lihat tadi Ternyata istri yang aku nafkahi dan ku sayangi berselingkuh dengan lelaki lain. Aku memutuskan pergi dari rumah dan kembali ke asal kampungku, Aku Akan mengirim Surat Cerai dengan mantan istriku.

Tamat

Tidak ada komentar:

Mite Rahasia Pohon Asam Janggi dan Penjaga Taino

Alkisah pada awal mula zaman, tatkala bumi Taino masih muda, Pohon Asam Janggi belum berdiri di tengah pusaran air laut lepas. Pada masa itu...