Alkisah, pada zaman dahulu kala, berdirilah sebuah kerajaan yang makmur bernama Negeri Cahaya Indah. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang adil lagi bijaksana, bernama Baginda Maharaja Indrapati. Baginda mempunyai seorang putra bernama Raden Jaya Kusuma, yang terkenal baik hati, tetapi masih mudah terpesona oleh sesuatu yang tampak indah di hadapan mata.
Pada suatu hari, Raden Jaya Kusuma berjalan-jalan ke pasar bersama sahabatnya, Ki Wira. Ketika sampai di sebuah kedai, dilihatnya sebuah benda yang berkilauan di atas meja. Benda itu tampak seperti permata yang sangat mahal.
“Wahai Ki Wira, sungguh indah benda itu. Alangkah baiknya jika aku memilikinya,” kata Raden Jaya Kusuma.
Ki Wira menjawab, “Tuanku, janganlah lekas tergoda oleh sesuatu yang hanya tampak indah. Belum tentu benda yang berkilau itu membawa kebaikan.”
Namun, Raden Jaya Kusuma tidak menghiraukan nasihat sahabatnya. Ia membeli benda tersebut dengan harga yang sangat mahal.
Setelah sampai di istana, Raden Jaya Kusuma menunjukkan benda itu kepada ayahandanya. Baginda Maharaja memperhatikannya dengan saksama. Setelah beberapa saat, Baginda berkata, “Anakku, benda ini bukanlah permata. Ia hanyalah batu biasa yang dilapisi bahan mengilap agar tampak berharga.”
Mendengar perkataan itu, Raden Jaya Kusuma merasa sangat malu dan menyesal. Ia telah menghabiskan banyak uang hanya karena melihat sesuatu yang berkilauan.
Baginda kemudian menasihati putranya, “Wahai anakku, dalam kehidupan ini janganlah engkau menilai sesuatu hanya dari rupa luarnya. Ada benda yang tampak indah tetapi tidak berharga, dan ada pula sesuatu yang sederhana tetapi memiliki manfaat besar.”
Raden Jaya Kusuma pun menyadari kesalahannya. Sejak saat itu, ia tidak lagi mudah tergoda oleh benda-benda yang tampak mewah dan berkilauan. Ia selalu mempertimbangkan manfaat, kualitas, dan kebenaran sebelum mengambil keputusan.
Beberapa tahun kemudian, Raden Jaya Kusuma menjadi seorang pemimpin yang bijaksana. Rakyat sangat menyayanginya karena ia tidak mudah tertipu oleh kemewahan. Ia selalu mengajarkan kepada rakyatnya agar hidup sederhana dan tidak mengejar sesuatu hanya karena tampak indah.
Maka terkenallah nasihat yang selalu diucapkannya:
“Aja milik barang kang melok.”
Artinya, jangan tergiur oleh barang yang berkilau atau sesuatu yang hanya tampak indah dari luar.
Amanat: Jangan menilai sesuatu hanya berdasarkan penampilannya. Kita harus berpikir dengan bijaksana, memeriksa kebenaran, dan tidak mudah tergoda oleh kemewahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar