HIKAYAT KUMBALAGENI
Syahdan, tersebutlah suatu kisah yang berlaku pada zaman dahulu kala, tatkala bumi masih muda dan lautan masih gemuruh dengan suara gaib. Adapun di negeri Jawa terdapatlah seorang ratu yang masyhur namanya, tiada lain melainkan Ratu Rara Kidul, yang bersemayam di istana lautan selatan. Seri paduka ratu itu rupawan parasnya, tiada bandingnya pada segala dewi dan bidadari.
Hatta, tersebutlah pula seorang hantu yang amat digentari oleh segenap isi negeri. Namanya Kumbalageni, jin yang besar tubuhnya, matanya bernyala bagai bara api, rambutnya panjang menutup bumi, suaranya bagai guruh yang menggetarkan dada orang yang mendengarnya. Maka hantu itu tiada bertuankan, melainkan hanya tunduk pada titah Ratu Rara Kidul jua adanya.
Adapun pekerjaan Kumbalageni tiada lain melainkan menagih janji manusia yang telah berpaling nyawa daripada jasad. Bahwasanya barang siapa yang tatkala hidupnya telah bersumpah janji kepada Ratu Rara Kidul, maka tatkala matinya ia ditagih oleh Kumbalageni akan hutangnya, sama ada hutang darah, hutang nazar, ataupun hutang janji yang terlupa.
Maka tersebutlah seorang raja di tanah seberang, yang bergelar Seri Maharaja Dirgantara. Raja itu amat besar kuasanya, bala tenteranya laksana pasir di pantai, segala negeri takluk kepadanya. Akan tetapi, dalam hatinya terbitlah nafsu besar hendak menambah kekuatan. Lalu baginda bersemedi di pesisir pantai, memohon pertolongan kepada Ratu Rara Kidul.
Syahdan, tibalah sang ratu dari dasar samudra, diiringkan oleh segala dayang jin laut. Katanya kepada maharaja: "Hai raja segala raja, jikalau engkau hendak bertambah kuasa, hendaklah engkau berjanji padaku, niscaya kukaruniakan kemenangan atas segala lawan."
Maka maharaja pun berjanji dengan sumpah yang kuat, hendak mempersembahkan persembahan tatkala usia baginda sudah senja. Maka Ratu Rara Kidul pun mengabulkan doanya, dan benar, segala peperangan dimenangi oleh baginda.
Hatta, tatkala umur maharaja sampai kepada hujung hayatnya, maka baginda pun mangkat, kembali kepada Ilahi. Maka pada malam yang sunyi, terlihatlah Kumbalageni keluar dari dasar samudra, menebarkan api di langit. Segala rakyat menjadi gemetar, karena diketahuinya hantu itu hendak menagih janji arwah maharaja kepada ratu laut selatan.
Maka masuklah Kumbalageni ke dalam istana, menembus dinding emas dan batu permata, tiada satu pun yang menghalanginya. Suaranya bergema: "Wahai roh Seri Maharaja Dirgantara, keluar engkau, tunaikanlah janji kepada Ratu Rara Kidul, jangan engkau mungkir, karena sumpah itu berat lagi azabnya."
Maka roh maharaja pun dibawa pergi oleh Kumbalageni, ghaib tiada ketahuan lagi oleh rakyatnya. Adapun negeri itu kemudian menjadi goncang, karena tiada lagi pemimpin yang memegang janji pada Yang Maha Kuasa, melainkan memilih jalan syirik dengan makhluk gaib.
Syahdan, dari kisah itu dapatlah diambil ibarat oleh segala orang, bahwa barang siapa berjanji hendaklah ditunaikan, janganlah bersumpah kepada makhluk, karena tiada ada kuasa melainkan Allah jua. Dan barang siapa lupa akan janji, maka Kumbalageni tiada lalai akan menagihnya, sebab demikianlah titah Ratu Rara Kidul yang kekal adanya.
Maka hikayat ini pun menjadi tamsil bagi anak cucu, agar tiada menyimpang dari jalan yang benar. Wallahu a‘lam bisshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar