Selasa, 23 September 2025

Legenda Antu Nget-Nget dari Singkawang

 Legenda Antu Nget-Nget dari Singkawang

         Di sebuah kampung tua di pinggiran hutan Singkawang, masyarakat sering menceritakan tentang sosok gaib yang disebut Antu Nget-Nget. Konon, roh ini berasal dari seorang perempuan yang semasa hidupnya tidak menjalani kehidupan dengan baik. Setelah ajal menjemput, arwahnya tidak menemukan kedamaian. Ia tidak bisa menuju alam baka, sehingga berkeliaran di dunia manusia.

Orang-orang percaya, perempuan itu kemudian menjelma menjadi seekor kucing putih. Wujudnya sekilas tampak seperti kucing biasa, namun siapa pun yang mendekatinya akan merasakan keanehan. Kucing putih itu perlahan-lahan akan berubah ukuran, semakin lama semakin besar, hingga akhirnya kembali ke wujud asalnya: seorang perempuan dengan wajah pucat, mata kosong, dan rambut panjang yang menjuntai.

Walaupun penampilannya menyeramkan, masyarakat meyakini Antu Nget-Nget sebenarnya tidak berniat mengganggu manusia. Ia hanya muncul di waktu-waktu tertentu, biasanya ketika malam terasa sunyi dan angin bertiup lirih dari arah hutan. Kehadirannya dapat dikenali dari suara khas yang selalu ia keluarkan: “nget… nget…”. Suara inilah yang membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya meremang.

Di antara kisah yang beredar, ada cerita seorang pemuda yang pulang larut malam setelah menghadiri pesta panen. Dalam perjalanan melewati jalan sunyi, ia melihat seekor kucing putih duduk di pinggir jalan. Awalnya pemuda itu tidak curiga, bahkan ia mencoba mengusir kucing tersebut agar tidak menghalangi langkahnya. Namun, semakin didekati, kucing itu justru bertambah besar. Rasa takut pun mulai menyergap, terutama saat terdengar suara lirih, “nget… nget…”, yang semakin jelas di telinganya.

Pemuda itu akhirnya menyadari bahwa yang ia lihat bukan kucing biasa, melainkan Antu Nget-Nget yang sering diceritakan orang tua di kampungnya. Dengan hati berdebar, ia segera berlari pulang tanpa menoleh lagi. Sesampainya di rumah, tubuhnya gemetar hebat, namun ia bersyukur roh itu tidak menyakitinya. Sejak kejadian tersebut, ia tidak pernah lagi berjalan sendirian pada malam hari.

Masyarakat Singkawang percaya bahwa kisah Antu Nget-Nget menjadi pengingat agar manusia selalu menjalani hidup dengan baik. Jika seseorang berbuat buruk, maka arwahnya bisa saja tidak tenang setelah kematian dan menjadi makhluk yang gentayangan. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan anak-anak agar tidak keluar rumah sendirian pada malam hari, demi menjaga keselamatan.

Hingga kini, legenda Antu Nget-Nget masih hidup dalam cerita rakyat Singkawang. Walau sebagian orang menganggapnya sekadar dongeng, banyak pula yang yakin bahwa roh itu benar-benar ada, berkeliaran di hutan dan jalan sunyi, menebarkan rasa takut lewat suara khasnya yang menyeramkan.


Tidak ada komentar:

HENDRA BAHARI SINGKAWANG: Hikayat Mungkar Lala

HENDRA BAHARI SINGKAWANG: Hikayat Mungkar Lala :   Hikayat Mungkar Lala Sebermula, adalah sebuah kampung di tepi sungai nan bernama Maring...