“Kantin Panas, Cinta Lebih Panas”
Di sebuah sekolah yang damai, Pak Slamet, tukang kantin legendaris, punya rahasia besar: hatinya ternyata “panas” bukan hanya karena minyak goreng. Setiap kali Brondong Jono datang, matanya berbinar seperti gorengan baru keluar dari wajan.
Ikan mas di kolam kantin sampai menatap iri, sementara burung merpati di atap bersiul, “Hati-hati, Pak, cinta tak selalu manis seperti kue!”
Pak Slamet pun mulai “inovasi” menu: roti goreng rasa cinta, bakso rasa rahasia, dan teh manis rasa… selingkuh. Murid-murid curiga, guru-guru geleng kepala, tapi Pak Slamet selalu bilang, “Itu demi bisnis, Bu! Anak-anak pasti senang kalau kantin ramai.”
Suatu hari, Bu Wati melihat Jono menatap Pak Slamet sambil menyuap gorengan ke mulutnya. “Ini bukan kantin lagi,” gumam Bu Wati, “ini drama romantis ala tukang kantin!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar