Naik Gaji Lagi?
Di sebuah rapat yang penuh kamera wartawan,
seorang anggota DPR berdiri dengan percaya diri.
“Saudara-saudara, demi meningkatkan kinerja, kami para wakil rakyat perlu kenaikan gaji,” katanya sambil menepuk
meja.
Seisi ruangan langsung riuh. Seorang ibu
pedagang sayur yang kebetulan diundang sebagai perwakilan rakyat kecil spontan
mengangkat tangan.
“Pak, gaji saya sehari cuma cukup buat beli cabe setengah kilo. Kalau Bapak
naik gaji, kira-kira cabe saya bisa ikut naik juga, ya?” tanyanya polos.
Sang anggota DPR tersenyum kaku. “Bukan begitu, Bu. Gaji kami kecil dibandingkan tanggung jawab yang besar.”
Ibu itu menatap heran. “Lho, tanggung jawab besar kok jarang kelihatan di pasar? Jalan bolong, sekolah mahal, listrik naik. Mungkin tanggung jawabnya disimpan di laci kantor, ya?”
Seluruh ruangan meledak tertawa. Sang anggota DPR makin pucat. Wartawan sibuk memotret wajahnya yang salah tingkah.
Akhirnya pimpinan rapat menutup sidang
dengan singkat:
“Baiklah, usulan kenaikan gaji kita pending dulu. Takut-takut nanti yang naik
bukan kinerja, tapi harga cabe lagi.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar